benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menemukan adanya selisih hasil timbangan pada tabung LPG 3 kilogram saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok dan barang penting di salah satu pangkalan resmi LPG subsidi di Kelurahan Tanah Merah, Kamis (21/5/2026).
Sidak tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Dalam pemeriksaan itu, ditemukan ketidaksesuaian hasil pengukuran yang diduga berkaitan dengan alat timbang yang digunakan dalam proses distribusi gas.
“Ada beberapa hal yang harus disikapi. Peralatan-peralatan ini harus dikalibrasi. Mulai dari tabung kosong, isi sampai keluarannya harus diteliti,” ujar Saefuddin usai sidak.
Ia menilai persoalan tersebut seharusnya dapat dicegah apabila pengawasan berjalan maksimal. Menurutnya, kontrol terhadap alat ukur harus dilakukan secara berkala agar tidak menimbulkan perbedaan hasil timbangan di lapangan.
“Seharusnya ini tidak perlu terjadi kalau kontrolnya bagus,” katanya.
Sementara itu, Sales Branch Manager Kaltimut VII Gas, Angga menjelaskan pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut bersama instansi terkait guna memastikan tingkat akurasi alat timbang yang digunakan.
Ia memastikan, berdasarkan hasil pengecekan awal, tidak ditemukan persoalan pada sistem pengisian tabung LPG. Temuan yang muncul disebut hanya berkaitan dengan perbedaan hasil antara timbangan utama dan timbangan pembanding meski keduanya telah menjalani tera.
“Terkait alat pengisian, dari hasil pengecekan tidak ditemukan masalah. Hanya alat ukurnya atau timbangannya saja yang masih perlu dicek kembali,” jelasnya.
Selain itu, Angga juga memastikan distribusi LPG 3 kilogram di Samarinda masih berjalan normal tanpa adanya kenaikan harga dari pihak distributor. Bahkan, penambahan pasokan disebut akan dilakukan menjelang Hari Raya Iduladha.
“Yang jelas akan ada penambahan pasokan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Endah Agustina






