Berlibur ke Maratua, Lansia Asal Jakarta Timur Ditemukan Meninggal Dunia di Hutan Kelapa

PENCARIAN: Proses pencarian seorang lansia berusia 67 tahun bernama Go Mo Lij yang sempat dilaporkan hilang saat menginap di Maratua Guest House akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (31/8/2026) sore. (DOK: BPBD BERAU)

benuakaltim.co.id, BERAU — Seorang lansia berusia 67 tahun bernama Go Mo Lij yang sempat dilaporkan hilang saat menginap di Maratua Guest House akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (31/8/2026) sore.

Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan di area hutan kebun kelapa milik warga di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Pencarian yang telah memasuki hari kedua tersebut melibatkan personel gabungan dari Polsek Maratua, Koramil 0902-08/Maratua, Pos TNI AL Maratua, Trantib Kecamatan Maratua, serta relawan dan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Menhut Raja Juli Sebut Rekayasa Cuaca Jadi Opsi Terbaik Tekan Karhutla di Berau

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, Masyhadi Muhdi, mengonfirmasi penemuan jasad korban tersebut setelah penyisiran intensif yang dilakukan tim SAR di lapangan.

“Benar, tim gabungan yang melakukan operasi SAR menyusuri kawasan hutan dan perkebunan berhasil menemukan korban sekitar pukul 15.11 WITA. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Masyhadi saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).

Masyhadi menjelaskan, pencarian dimulai sejak pagi pukul 09.00 WITA dengan menyisir area yang diduga menjadi titik keberadaan korban. Pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 12.00 WITA untuk koordinasi, sebelum kembali dilanjutkan pada pukul 14.00 WITA hingga akhirnya jasad korban berhasil ditemukan.

Baca Juga :  Kapal Pengangkut BBM Kandas di Sungai Berau Picu Antrean Panjang di Sejumlah SPBU

Berdasarkan keterangan anak korban, Anny Octavia Tangkilisan, orang tuanya yang berasal dari Jakarta Timur tersebut diketahui mengidap penyakit Alzheimer atau penurunan fungsi daya ingat. Saat meninggalkan penginapan Maratua Guest House, korban diketahui tidak membawa telepon genggam (HP) maupun tanda identitas diri.

Saat ditemukan oleh tim gabungan di dalam hutan kebun kelapa, korban mengenakan baju daster motif batik warna hitam, sandal warna merah, serta topi berwarna merah. Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi petugas pada pukul 15.30 WITA menuju Puskesmas Maratua untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Baca Juga :  Ratusan Orang Utan Terancam Karhutla, Menhut Raja Juli Ambil Langkah Darurat

Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan tindakan otopsi.

“Pihak keluarga menolak autopsi dan mengikhlaskan kejadian ini. Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman umum Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua,” tutup Masyhadi. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha