Minim Perhatian, KONI Berau Desak Jaminan Kesehatan bagi Atlet yang Jalani Latihan Mandiri

Wakil Ketua KONI II Kabupaten Berau, Didi Rahmadi. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU — Wakil Ketua KONI II Kabupaten Berau, Didi Rahmadi, prihatin terhadap minimnya perhatian yang didapat oleh para atlet lokal yang tengah berjuang membawa nama daerah.

Didi mengungkapkan sejumlah atlet yang harus menjalani latihan mandiri bahkan sempat mengalami kecelakaan parah di jalan raya.

“Pengalaman atlet kami itu, ada beberapa atlet latihan mandiri, waktu itu latihan ke Tanjung Batu itu ada yang keserempet mobil, jatuh, sakit,” ujar Didi, Selasa (6/10/2026).

Pihaknya menyayangkan kejadian tersebut lantaran latihan mandiri yang dilakukan para atlet belum mendapatkan jaminan kesehatan melalui BPJS, sehingga resiko menjadi tanggung jawab cabor.

Baca Juga :  Speedboat Nouri Rute Tanjung Redeb-Maratua Terbakar, Motoris Dilarikan ke RSUD dr Abdul Rivai

Padahal, risiko di jalan raya sangat tinggi, terlebih bagi cabang olahraga seperti balap sepeda yang membutuhkan rute lintasan luar kota hingga menempuh jarak puluhan kilometer. Karenanya diharapkan perhatian para atlet yg sedang latihan mandiri dapat diberikan BPJS kesehatan.

Tidak hanya soal keselamatan di jalan, Didi juga menyoroti berbagai persoalan krusial lain yang luput dari perhatian, mulai dari belum dilaksanakannya Pemeriksaan Kesehatan untuk mengetahui tingkat kebugaran atlet. Hingga mendekati pelaksanaan bulan Oktober–November, belum ada agenda pemeriksaan kesehatan rutin bagi para atlet agar mereka terpantau kondisi bugarnya.

Baca Juga :  Lobi Pusat, 18 Sekolah di Berau Direhab Tahun Ini, Nasib Honorer Dipastikan Aman

Kendaraan untuk mobilitas peralatan tanding dan logistik Cabang olahraga seperti balap sepeda, drumband, hingga triathlon memerlukan kendaraan pengawal (mobil/motor) demi keselamatan atlet di jalur ekstrem, mengingat rute latihan yang menempuh jarak hingga 50 kilometer.

Baca Juga :  Berau dapat Suntikan Anggaran Kesehatan dari Kemenkes Rp150 Miliar

Atlet kerap kali harus merogoh kocek mandiri untuk uang jaminan pertandingan serta tambahan asupan gizi atau suplemen di luar menu harian yang disediakan.

KONI Berau mendesak agar pihak-pihak terkait segera membenahi fasilitas, jaminan kesehatan BPJS, uang saku, hingga logistik penunjang bagi seluruh atlet.

Didi menegaskan, jangan sampai insiden membahayakan nyawa atlet kembali terulang akibat kelalaian dalam manajemen pembinaan olahraga di Kabupaten Berau. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha