BERAU – Tingginya mobilitas nelayan dan wisatawan di perairan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mendesak peningkatan pengawasan laut.
Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Berau memperketat patroli rutin guna mengantisipasi kerawanan sekaligus menyerap aspirasi warga terkait keselamatan pelayaran dan ancaman illegal fishing.
Kepala Satpolairud Polres Berau, AKP Musjaya, menyatakan kawasan Pulau Derawan menjadi prioritas utama pengawasan karena jalur tersebut padat dilintasi kapal nelayan, armada wisata, hingga transportasi air reguler.
“Aktivitas wisata yang padat harus diimbangi dengan kesadaran keselamatan, baik dari pengemudi kapal maupun wisatawan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihaknya akan mengevaluasi frekuensi jadwal patroli serta memperketat pengawasan berkala di sejumlah titik rawan.
Selain itu, petugas di lapangan diinstruksikan untuk mengintensifkan sosialisasi keselamatan berlayar kepada para nakhoda, penyedia jasa transportasi air, maupun pengunjung.
Di samping aspek keselamatan, patroli ini juga difokuskan pada upaya pencegahan praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) yang kerap merusak ekosistem laut.
Musjaya mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku wisata agar proaktif melapor kepada aparat jika menemukan indikasi pelanggaran hukum di perairan.
“Kalau melihat praktik illegal fishing langsung laporkan ke instansi terkait,” tegasnya.
Penguatan pengawasan laut ini sekaligus bertujuan menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang yang menjadi ikon pariwisata bahari Pulau Derawan.
Kerusakan terumbu karang akibat aktivitas destruktif dinilai dapat mematikan daya tarik wisata daerah. “Kita berharap masyarakat pesisir ikut berperan dalam menjaga keamanan perairan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






