benuakaltim.co.id, NUSANTARA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengapresiasi tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu disampaikannya usai melakukan kunjungan kerja ke kawasan IKN bersama rombongan Komisi VII DPR RI.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah pembangunan strategis, mulai dari kawasan Kantor Presiden hingga progres pembangunan kompleks legislatif.
Rahayu mengatakan, hasil peninjauan memberikan keyakinan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada penyelesaian infrastruktur, tetapi juga mengedepankan penggunaan produk dalam negeri dan keterlibatan masyarakat lokal.
“Kami datang ke IKN untuk melihat langsung progres pembangunan yang telah berjalan. Kami sangat senang mendengar bahwa TKDN yang digunakan cukup tinggi, baik dalam pengadaan barang maupun pelibatan masyarakat lokal, termasuk penggunaan material, perlengkapan, dan berbagai kebutuhan lainnya dalam pembangunan IKN,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai mitra kerja Kementerian Perindustrian, Komisi VII DPR RI terus mendorong agar penggunaan komponen dalam negeri menjadi prioritas dalam setiap proyek strategis nasional, termasuk pembangunan IKN.
“TKDN selalu menjadi perhatian kami. Ini penting karena IKN nantinya akan menjadi wajah Indonesia. Kawasan ini akan menerima tamu-tamu negara dan menjadi pusat aktivitas pemerintahan, sehingga sudah semestinya pembangunan ini mencerminkan kemampuan industri nasional,” katanya.
Selain mengapresiasi tingginya penggunaan produk dalam negeri, Rahayu juga menekankan pentingnya memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang di IKN.
Ia menilai pembangunan IKN tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif bagi masyarakat.
“Kami juga memberikan perhatian terhadap pelibatan UMKM. Jangan sampai IKN hanya menjadi ruang bagi usaha-usaha besar, sementara UMKM tidak mendapatkan tempat. Padahal lebih dari 90 persen, bahkan sekitar 97 persen jenis usaha di Indonesia merupakan UMKM,” ungkapnya.
Rahayu mengungkapkan, aspirasi tersebut telah disampaikan langsung kepada Kepala Otorita IKN agar menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan Nusantara ke depan.
“Kami sudah menyampaikan kepada Kepala OIKN agar ke depan tidak hanya fokus pada kesiapan fisik pembangunan, tetapi juga terus memperhatikan pelibatan masyarakat lokal dan UMKM. Dengan begitu, manfaat pembangunan IKN benar-benar dapat dirasakan secara luas,” tuturnya.
Ia berharap pembangunan IKN dapat menjadi contoh pembangunan nasional yang tidak hanya mengedepankan kualitas infrastruktur, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, meningkatkan penggunaan produk lokal, serta membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang bersama IKN. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Endah Agustina






