benuakaltim.co.id, NUSANTARA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menilai Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga harus menjadi contoh penerapan kota masa depan yang mengedepankan teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan pemerataan pembangunan nasional.
Hal itu disampaikan Rahayu usai meninjau progres pembangunan IKN bersama jajaran Otorita IKN. Menurutnya, konsep Smart City, Forest City, dan City of Tomorrow yang diusung IKN harus mampu menjadi laboratorium sekaligus acuan bagi pembangunan kota-kota lain di Indonesia.
“IKN harus menjadi tempat percontohan. Percontohan untuk standar nasional, bahkan bisa menjadi laboratorium penerapan berbagai inovasi untuk kehidupan masa depan. Bagaimana kita bisa hidup dengan udara yang segar, lingkungan yang bersih, dan memanfaatkan teknologi secara maksimal,” ujarnya.
Rahayu mengaku optimistis setelah mendengarkan pemaparan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran mengenai arah pengembangan kawasan Nusantara. Ia menilai berbagai rencana yang dipersiapkan menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan kota modern yang tidak hanya mengutamakan pembangunan fisik, tetapi juga kualitas hidup masyarakat.
“Kami mendengar langsung berbagai rencana ke depan untuk memastikan kehidupan di IKN dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi daerah-daerah lain untuk mengadopsi teknologi terbaru, termasuk pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan,” katanya.
Menurut Rahayu, keberadaan IKN juga memiliki peran strategis dalam menciptakan pemerataan pembangunan antara Indonesia bagian barat dan timur.
Ia menjelaskan, selama ini biaya logistik masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan industri nasional, terutama bagi wilayah Indonesia Timur.
“IKN lahir dari sebuah mimpi untuk menghadirkan titik keseimbangan antara Indonesia bagian barat dan timur. Selama ini biaya logistik kita masih sangat tinggi. Bahkan dalam beberapa kondisi, mengirim barang dari Pulau Jawa ke Papua bisa lebih mahal dibandingkan mengirim barang dari Jawa ke luar negeri. Kondisi seperti ini tentu harus kita perbaiki,” ungkapnya.
Karena itu, ia berharap kehadiran IKN dapat mendorong terbentuknya pusat-pusat industri dan logistik baru yang lebih dekat dengan kawasan Indonesia Timur sehingga distribusi barang menjadi lebih efisien.
“Dengan hadirnya IKN, kita berharap terjadi pemerataan pusat-pusat industri maupun logistik. Teknologi akan semakin berkembang, distribusi menjadi lebih efisien, dan pada akhirnya Indonesia Timur dapat tumbuh lebih cepat sehingga pembangunan nasional benar-benar berjalan secara berkeadilan,” tutupnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Endah Agustina






