benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur berkomitmen menghadirkan tata kelola organisasi yang lebih terbuka melalui pengembangan platform digital yang memungkinkan seluruh cabang olahraga (cabor) memantau penggunaan anggaran secara transparan.
Inovasi tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi Ketua Umum KONI Kaltim bersama 21 cabang olahraga andalan dan unggulan di Kantor KONI Kaltim, Rabu (15/7/2026).
Ketua Umum KONI Kaltim, H. Anderiy ST, mengatakan sistem berbasis aplikasi itu nantinya akan memberikan akses kepada pengurus cabor, pelatih, hingga atlet untuk mengetahui besaran anggaran yang diterima, alokasi penggunaannya, serta laporan pertanggungjawaban secara terbuka.
“Kami ingin membangun sistem open management. Semua alur penggunaan anggaran akan dapat dipantau bersama sehingga tidak ada lagi informasi yang tertutup. Atlet, pelatih, maupun pengurus berhak mengetahui bagaimana dana dikelola,” ujar Anderiy.
Menurutnya, transparansi menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan di lingkungan olahraga sekaligus menghilangkan potensi kesalahpahaman terkait pengelolaan anggaran.
“Kalau seluruh data terbuka, semua pihak bisa melihat penggunaannya secara langsung. Apabila ada yang kurang tepat, evaluasi dilakukan berdasarkan data, bukan berdasarkan isu atau asumsi,” katanya.
Direktur Borneo FC itu mengungkapkan, gagasan tersebut berangkat dari pengalamannya saat masih aktif sebagai atlet. Ia pernah menemukan ketidaksesuaian antara pelaksanaan program pembinaan dengan administrasi yang dilaporkan.
“Pengalaman itu menjadi pelajaran bagi kami. Karena itu, sistem yang kami bangun harus memberikan ruang kepada atlet untuk ikut mengawasi sehingga pengelolaan anggaran benar-benar akuntabel,” jelasnya.
Selain menghadirkan sistem transparansi keuangan, KONI Kaltim juga mulai memperbarui basis data seluruh cabang olahraga. Setiap cabor diminta menyerahkan data terbaru mengenai kepengurusan, jumlah atlet, pelatih, sarana latihan, peralatan, hingga rekam jejak prestasi dan penggunaan anggaran dalam beberapa tahun terakhir.
Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan peta jalan pembinaan olahraga Kalimantan Timur sebagai upaya meningkatkan prestasi pada berbagai ajang nasional.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listyono, mengatakan pihaknya juga sedang merancang program Bapak Angkat Cabang Olahraga dengan melibatkan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Program tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan alternatif bagi cabang olahraga di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
Selain itu, jajaran pengurus KONI Kaltim juga akan melakukan monitoring secara rutin ke lokasi latihan masing-masing cabang olahraga untuk memastikan program pembinaan berjalan optimal sekaligus menyerap aspirasi atlet dan pelatih secara langsung.
“Kami ingin menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, terbuka, dan berpihak kepada atlet. Ketika atlet merasa diperhatikan, hak-haknya terpenuhi, dan proses pembinaan berjalan baik, maka peluang meraih prestasi juga akan semakin besar,” tegas Nidya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






