Rudy Mas’ud Soroti Jalan Rusak ke Berau

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU – Perjalanan darat menuju Kabupaten Berau tampaknya memberikan kesan mendalam bagi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Bagaimana tidak, perjalanan yang merenggut waktu hingga belasan jam akibat kondisi jalan yang rusak parah tersebut memicu sentilan menohok dari sang gubernur terkait kualitas infrastruktur dan pentingnya peran keluarga.

Hal tersebut disampaikan Rudy Mas’ud saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Kabupaten Berau.

“Berapa jam Pak Asisten kita perjalanan ke Berau? 14 jam. Jalanannya luar biasa semakin rusak,” ujar Rudy Mas’ud saat mengawali sambutannya, Kamis (23/7/2026).

Ia menyoroti keterlambatan dan lamanya waktu tempuh akibat jalan rusak tidak hanya berdampak pada kelancaran distribusi barang, tetapi juga menyita waktu berharga yang seharusnya bisa dihabiskan bersama keluarga. Dalam sambutannya yang mengusung tema pentingnya kehadiran sosok ayah dalam keluarga (Ayah Rawat Hadir), Rudy menekankan ketahanan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan daerah, termasuk dalam penanganan stunting.

Baca Juga :  Preservasi Ruas Maluang–Usiran–Tanjung Batu Berlanjut, BBPJN Kaltim Prioritaskan Overlay Aspal hingga Perbaikan Drainase

Namun, di tengah kesibukan dan era digital saat ini, Rudy menyentil kebiasaan masyarakat—termasuk para pejabat dan ayah—yang sering kali lebih sibuk dengan gawai (smartphone) ketimbang berkomunikasi dengan anak dan istri.

“Sering kali kita berada di rumah yang sama, bersama keluarga, tetapi perhatian kita malah sibuk dengan gawai masing-masing. Komunikasi jadi berkurang. Padahal, anak-anak tidak hanya butuh uang jajan, mereka butuh perhatian, pelukan, dan kehadiran sosok ayah,” tegas Rudy.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Perketat Pengawasan Kapal Wisata Demi Lindungi Terumbu Karang Berau

Tak hanya soal gawai dan jalan rusak, Gubernur Kaltim ini juga memberikan pengarahan tegas terkait sektor kesehatan kepada jajaran OPD serta Pemerintah Kabupaten Berau. Ia mendesak agar pembangunan dan peningkatan fasilitas rumah sakit di Berau segera dirampungkan sebelum akhir tahun.

“Panjang lebar disampaikan Ibu Bupati, tapi inti-intinya satu. Rumah sakit harus segera beroperasi. Tolong pastikan sebelum akhir tahun ini rumah sakit di Kabupaten Berau sudah bisa beroperasi untuk melayani masyarakat,” pintanya.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Bangun Cross Drainase di STA 30 Ruas Bontang–Sangatta, Target Atasi Banjir Tahunan

Rudy menegaskan, Pemprov Kaltim terus berkomitmen memperkuat sumber daya manusia melalui tiga pilar utama pembangunan, yakni:
1. Pendidikan: Menjadi faktor utama pembentukan karakter sejak dini dalam keluarga.
2. Kesehatan: Penanganan stunting dan pemenuhan gizi anak serta ibu hamil.
3. Infrastruktur: Percepatan konektivitas jalan, listrik, jembatan, dan fasilitas publik.

Ia berharap peringatan Harganas ke-31 ini tidak sekadar menjadi acara seremonial. “Tetapi menjadi momentum nyata bagi para orang tua—khususnya para ayah—untuk kembali hadir secara utuh di tengah keluarga demi menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha