benuakaltim.co.id, BERAU – Akses infrastruktur di wilayah pesisir Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, masih memprihatinkan. Rusaknya jalan alternatif penghubung Kampung Biatan Ulu dan Biatan Lempake memaksa masyarakat melintasi rute memutar yang jauh lebih lama demi menjangkau pusat fasilitas publik di ibu kota kecamatan.
Kondisi tersebut dikeluhkan langsung oleh Kepala Kampung Biatan Ulu, Samsul, kepada Wakil Bupati Berau Gamalis saat melakukan kunjungan kerja bersama jajaran Pemkab Berau pada Ahad (9/8/2026) lalu.
Dalam forum yang turut dihadiri jajaran Camat Biatan, DPMK, hingga Bagian Tata Pemerintahan Setda Berau itu, Samsul menegaskan perbaikan akses jalan, sarana pendidikan, serta fasilitas kesehatan sudah masuk tahap mendesak.
Samsul menjelaskan, kehancuran jalur alternatif tersebut memukul mobilitas harian warga yang terpaksa melintas di luar wilayah kampung.
“Padahal, jika akses Biatan Ulu menuju Biatan Lempake berada dalam kondisi mantap, waktu tempuh warga Biatan Ulu maupun Biatan Ilir menuju ibu kota kecamatan dapat dipangkas signifikan hingga tersisa 45 menit saja,” ungkapnya, Selasa (11/8/2026).
Sayangnya, realita di lapangan menuntut warga menelan pil pahit dengan membuang waktu perjalanan hingga lebih dari satu jam via jalur lain.
Samsul menekankan ketersediaan jalan yang layak bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara, melainkan urat nadi ekonomi serta penentu kecepatan warga dalam mengakses layanan kesehatan darurat dan pendidikan anak-anak mereka.
Menjawab keluhan tersebut, Wakil Bupati Berau Gamalis menegaskan peninjauan lapangan ini sengaja dilakukan agar pemerintah daerah bisa melihat langsung realita pahit yang dihadapi warga, tanpa hanya bergantung pada laporan administratif di atas kertas.
“Pemkab Berau menyadari penuh bahwa perbaikan konektivitas jalan antarkampung bakal membawa multiplier effect bagi pembukaan akses fasilitas publik dan pertumbuhan ekonomi lokal,” bebernya.
Di sisi lain, Gamalis mengimbau seluruh elemen masyarakat Biatan untuk tetap menjaga ketertiban, mempererat tali silaturahmi, serta tidak mudah terprovokasi oleh Isu liar yang belum terverifikasi di tengah proses pengusulan pembangunan ini.
“Pemkab Berau berkomitmen terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat demi mengawal stabilitas daerah seraya memetakan program perbaikan infrastruktur prioritas tersebut,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






