benuakaltim.co.id, BERAU – Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Pengurus Daerah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Berau bersama jajaran Dinas Pendidikan dan komunitas pendidikan setempat menggelar aksi bakti sosial masif di seluruh kecamatan.
Namun, ada hal unik sekaligus menyentuh yang terjadi di SDN 001 Birang Filial. Tak sekadar hadir membawa bingkisan biasa, rombongan PGRI justru memboyong material bahan bangunan berupa 6 kubik kayu ulin bernilai sekitar Rp 42 juta untuk diserahkan ke lokasi tersebut.
Ketua PGRI Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, mengungkapkan aksi ini merupakan kolaborasi nyata antara PGRI, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta Dinas Pendidikan Kabupaten Berau guna mendukung pembangunan dan perbaikan sarana belajar mengajar di wilayah terluar dan pedalaman.
“Alhamdulillah, kita sudah membantu 6 kubik kayu ulin dengan harga kurang lebih Rp 47 juta. Tepuk tangan buat PGRI, K3S, MKKS, dan Dinas Pendidikan,” sebut Mardiatul Idalisah di lokasi kegiatan, Jumat (14/8/2026).
Mardiatul menambahkan, aksi turun ke jalan dan mendatangi langsung sekolah filial ini diselenggarakan secara serentak di seluruh wilayah Kecamatan se-Kabupaten Berau. Khusus untuk rombongan PGRI Kabupaten Berau, mereka bergerak bersama PGRI Kecamatan Gunung Tabur menuju SDN 001 Birang Filial.
“Hari ini adalah bakti sosial secara masif di seluruh kecamatan se-Kabupaten Berau. Kami Spesial datang ke filial untuk memberikan semangat baru agar anak-anak dan guru di sini tetap semangat dalam proses belajar mengajar,” jelasnya.
Selain memberikan bantuan kayu ulin, PGRI Berau juga mengapresiasi keterlibatan warga dan pihak swasta dalam membangun ruang kelas (lokal) baru di sekolah filial tersebut. Dari total tujuh lokal yang direncanakan, sebagian telah mendapat sokongan dari pihak swasta dan donatur lain.
“Mudah-mudahan apa yang diharapkan tadi, kami masih bisa terus support sebagai bentuk perhatian terhadap salah satu lembaga pendidikan kita,” tambah Mardiatul.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, pihaknya menegaskan komitmen untuk terus mengawal dan memperjuangkan nasib pendidikan, khususnya fasilitas pendukung bagi para siswa dan tenaga pendidik di kawasan pelosok.
“Pesan saya adalah tetap semangat seperti semangat kita dalam menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia. Tetap belajar, dan kami akan selalu siap untuk memperjuangkan pendidikan, apalagi yang ada di perbatasan dan pedalaman,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






