benuakaltim.co.id, BERAU – Persiapan kontingen Kabupaten Berau menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur terus dimatangkan. Namun, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau terang-terangan mengaku masih terganjal persoalan keterbatasan anggaran hingga wacana pencoretan sejumlah cabang olahraga (cabor).
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, mengungkapkan idealnya pusat pelatihan (TC) atlet dilakukan secara intensif dengan pengawasan ketat agar target juara dapat tercapai.
“Untuk mencapai prestasi itu minimal latihan tiga bulan, sama seperti daerah lain yang sudah dipusatkan. Kita mau juara itu butuh kerja keras, disiplin, dan uji coba (try out) ke luar untuk mengukur kemampuan atlet,” ujar Taupan, Kamis (21/8/2026).
Meski pemberangkatan kontingen telah diverifikasi menjadi sekitar 800 orang, terdiri dari 711 atlet beserta pelatih, tim medis, dan official, anggaran yang ada saat ini dinilai masih belum mencukupi. KONI Berau memperhitungkan kebutuhan dana ideal mencapai minimal Rp 10 miliar untuk menutupi kebutuhan vital seperti akomodasi, transportasi, hingga uang saku atlet.
“Jujur anggaran di Dispora saat ini belum mencukupi. Kita tidak bisa hanya berharap pada pemerintah daerah. Kami akan mengundang pihak swasta dan perusahaan-perusahaan di Berau untuk berpartisipasi menutupi kekurangan ini, seperti yang pernah kita lakukan di Porprov Kutim 2018 lalu,” jelasnya.
Untuk memaksimalkan sinergi tersebut, KONI Berau menyambut baik penunjukan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau sebagai Ketua Tim Kontingen. Selain masalah finansial, Taupan juga menyoroti dinamika pemangkasan cabor oleh Panitia Besar (PB) Porprov akibat keterbatasan hibah dari provinsi.
Dari rencana awal 64 cabor, PB berencana menguranginya menjadi 50 cabor, yang mengancam pencoretan 14 cabor potensi, termasuk cabor layar.
“Kami protes keras kalau cabor layar sampai dicoret. Layar itu potensi 20 medali emas bagi kita. Apalagi cabor yang dipertandingkan di PON itu hukumnya wajib ada di Porprov sebagai ajang seleksi,” tegas Taupan.
Sebagai solusi, KONI Berau siap pasang badan dan mengajukan diri menjadi tuan rumah mandiri khusus untuk cabor layar.
“Layar siap kita gelar di Berau, anggaran tuan rumahnya tidak besar, sekitar Rp 100 juta. Saran kami ke PB, jangan cabornya yang dikurangi, tapi nomor pertandingannya yang diefisienkan. Jangan merugikan atlet yang sudah lolos babak kualifikasi (BK),” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






