benuakaltim.co.id, BERAU – Sebanyak kurang lebih 3.400 pencari kerja memadati gelaran Berau Job Fair 2026. Para pelamar tampak berdesakan dan mengantre sejak pagi demi mengadu nasib serta memperebutkan sekitar 450 posisi lowongan kerja (loker) yang disiapkan oleh puluhan perusahaan peserta.
Fenomena ini mencatatkan adanya lonjakan jumlah pelamar kerja jika dibandingkan dengan penyelenggaraan Job Fair tahun lalu. Padahal di sisi lain, jumlah perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam bursa kerja tahun ini justru mengalami penurunan.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau, Dewi Rakhmasari, mengonfirmasi terdapat 26 instansi dan perusahaan yang terlibat dalam Job Fair kali ini.
“Total ada 26 entitas yang berpartisipasi. Rinciannya, 23 perusahaan membuka lowongan kerja resmi, 1 dari Kantor Pos, 1 penyedia layanan job counseling, serta 1 dari BP3MI (KP2MI),” ujar Dewi saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).
Ia menyebutkan ada 26 Lembaga Perusahaan diantaranya jumlah lowongan kerja 450 kurang lebih lowongan. “Jumlah pencari kerja kurang lebih 3.400 Orang meningkat dibanding tahun lalu,” ujarnya.
Menurutnya seluruh Perusahaan Lokal Berau ada opsi penempatan luar daerah. “Sektor favorit pelamar ada di pertambangan,” imbuhnya.
Dewi menjelaskan seluruh perusahaan yang membuka stan dan kesempatan kerja pada bursa kerja kali ini berbasis di Berau. Kendati demikian, beberapa di antaranya menawarkan opsi penempatan kerja hingga ke luar wilayah Berau.
Di tengah beragam tawaran lowongan yang ada, sektor pertambangan terbukti masih menjadi magnet terbesar bagi mayoritas pencari kerja di Berau. Terkait dengan angka pasti serapan tenaga kerja yang berhasil diserap dari Job Fair 2026 ini, Disnakertrans Berau menyatakan angka tersebut belum dapat dipastikan saat ini.
Pemerintah daerah menargetkan penyerapan tenaga kerja sebanyak-banyaknya. “Saat ini semua hasilnya masih dalam proses kelulusan dan seleksi di masing-masing perusahaan. Kami memberikan waktu sampai satu bulan ke depan kepada pihak perusahaan untuk melaporkan hasil akhir perekrutan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi juga membeberkan tiga kendala utama yang dihadapi Disnakertrans Berau selama memfasilitasi bursa kerja tahun ini:
“Kualifikasi dan latar belakang keterampilan yang dimiliki oleh para pencari kerja kerap kali tidak selaras dengan syarat spesifik yang dibutuhkan oleh penyedia kerja,” imbuhnya.
Tak hanya itu, kata dia, terjadi kecenderungan terbatasnya kuota lowongan yang dibuka perusahaan akibat situasi perekonomian di sektor formal yang kurang mendukung, sehingga memicu persaingan yang sangat ketat.
“Luasnya jangkauan geografis Kabupaten Berau membuat masyarakat yang bermukim di kawasan terpencil dan terluar mengalami kesulitan akses untuk hadir langsung di lokasi event,” bebernya.
Meskipun dihadapkan pada berbagai hambatan tersebut, Disnakertrans Berau berkomitmen untuk terus mendorong perluasan lapangan kerja serta memfasilitasi proses penyerapan tenaga kerja lokal secara maksimal di wilayah Berau dan sekitarnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






