Antisipasi Kabut Asap Karhutla, Dinkes Kaltim Siapkan Puluhan Ribu Boks Masker

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin.(FOTO: Aditya Setiawan/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat terjadi selama musim kemarau.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, memastikan persediaan logistik medis saat ini masih dalam kondisi aman. Stok tersebut disiapkan sebagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat penurunan kualitas udara.

“Kami telah mengamankan seluruh stok logistik medis sebagai langkah mitigasi demi melindungi kesehatan warga yang rentan,” ujar Jaya saat dikonfirmasi benuakaltim.co.id, Kamis (20/8/2026) malam.

Selain mengamankan logistik, Dinkes Kaltim juga melakukan pemetaan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan apabila terjadi peningkatan kasus akibat paparan asap.

Baca Juga :  Marak Karhutla, Polda Kaltim Tak Segan Tindak Jika Ada Unsur Kesengajaan

Dinkes juga menyiapkan distribusi puluhan ribu boks masker dewasa ke lima daerah yang dinilai memiliki potensi paparan asap cukup tinggi. Kelima daerah tersebut meliputi Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, dan Paser.

Masker nantinya diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak polusi udara, seperti balita, ibu hamil, dan lanjut usia. Upaya tersebut ditujukan untuk menekan potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Langkah terpadu ini dilakukan agar tingkat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut dapat ditekan semaksimal mungkin sejak dari tingkatan pedesaan,” katanya.

Baca Juga :  Dua Dekade Berlalu, PWI Kaltim Gelar Kembali Upacara HUT RI di Sekretariat

Tak hanya mengandalkan ketersediaan logistik, Dinkes Kaltim turut memperkuat sistem pemantauan kondisi kesehatan masyarakat. Setiap laporan terkait paparan asap maupun peningkatan pasien akan dipantau melalui sistem informasi pelaporan krisis kesehatan harian.
Jaya menekankan pentingnya kecepatan pelaporan dari daerah.

Dengan data yang masuk secara cepat, petugas dapat menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

“Kecepatan proses integrasi data lapangan sangat membantu petugas dalam mengambil keputusan strategis penanganan medis yang akurat tanpa menunggu jatuhnya banyak korban jiwa,” tegasnya.

Baca Juga :  9.405 Warga Binaan Kaltim Terima Remisi Hari Kemerdekaan

Koordinasi lintas instansi bersama BPBD dan pihak terkait juga terus diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan agar respons terhadap karhutla dan dampak kesehatan akibat asap dapat dilakukan secara lebih cepat.

Di sisi lain, masyarakat diminta ikut berperan dalam mengantisipasi dampak kabut asap. Jaya mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta tetap menerapkan pola hidup bersih dan menjaga kondisi tubuh.

“Mari bersama menjaga kondisi kekebalan tubuh agar ancaman polusi udara ini bisa segera teratasi tanpa meninggalkan sebuah dampak penyakit pernapasan yang kronis,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha