benuakaltim.co.id, BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memberikan sentilan menohok kepada jajaran perbankan swasta yang beroperasi di wilayahnya.
Sri meminta pihak perbankan tidak hanya fokus mengeruk keuntungan dan mencari nasabah, tetapi juga aktif menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendampingi serta memberdayakan pelaku UMKM.
“Jangan hanya mereka sibuk mencari nasabah, tetapi tidak menggunakan CSR-nya dalam mendukung UMKM dan ekonomi kreatif,” tegas Sri Juniarsih usai menghadiri kegiatan workshop hasil kolaborasi Diskopindag, Dekranasda, pengusaha, NGO, hingga perbankan, Kamis (20/8/2026).
Menurut Sri, selama ini dorongan terhadap sektor UMKM mayoritas masih didominasi oleh Bankaltimtara (BPD). Karena itu, pihaknya sengaja mengundang perbankan swasta agar dapat menjadi pelopor dan memiliki visi-misi yang sama dalam mendongkrak perekonomian warga.
Sri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membantu para pelaku UMKM meng-upgrade kualitas produk mereka, mulai dari kemasan, rasa, rupa, hingga strategi promosi.
Ia memberikan contoh nyata terkait nilai tambah sebuah produk. Kain batik khas Berau yang dijual polosan umumnya dihargai Rp 500.000. Namun, ketika dipadukan dengan sentuhan desainer profesional, nilainya bisa melonjak tajam.
“Saya minta desainer membuat pakaian ini dengan bordir, ini batik Berau yang saya pakai. Harganya bisa sampai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta, bahkan ada yang Rp 6 juta. Maka saya dorong pelaku UMKM jangan hanya jual kain saja,” sebutnya.
Tak hanya itu, Sri juga menyentil penggunaan motif batik khas Berau, seperti tema Maratua dan Pulau Derawan, yang sempat dipajang pada ajang pameran di Jakarta hingga merambah pasar mancanegara.
Ia menegaskan pihak luar yang memanfaatkan motif kekayaan daerah sudah sepatutnya memberikan kontribusi balik.
“Alangkah lebih baiknya jika mereka punya peran dalam memberikan royalty kepada yang punya daerah, sehingga ada pemasukan untuk daerah. Saya harapkan dinas terkait membuka komunikasi itu,” tambahnya.
Terkait usulan penyediaan lahan khusus UMKM dan food court, Sri menjelaskan Pemkab Berau pada dasarnya telah menyiapkan lahan tersebut yang nantinya terintegrasi dengan area DPMPTSP. Fasilitas yang masuk dalam program Creative Hub ini dipastikan tetap berjalan secara bertahap.
“Itu termasuk program unggulan saya. Cuma karena keterbatasan anggaran saat ini, kita berjalan pelan-pelan,” pungkas Sri. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






