benuakaltim.co.id, BERAU – Pembangunan fasilitas pendidikan di Jalan Poros Berau-Bulungan Kilometer (KM) 42 tepatnya Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, terus berprogres.
Namun, dari rencana awal tujuh ruangan, saat ini baru tiga ruangan kelas yang rampung terealisasi.
Ketua RT 017 Kampung Birang, Fadly mengungkapkan tiga ruangan yang telah berdiri 100 persen tersebut merupakan komitmen awal dari PT TRH bersama dukungan fasilitas dari Dinas Pendidikan.
“Artinya kami mohon maaf kalau ada klarifikasi kemarin. Kalau ada yang sebut tujuh ruangan, kami belum tahu. Begitu ketemu langsung dengan pihak PT TRH, komitmen bersama Bupati memang baru tiga ruangan,” ujar Ketua RT 017 Kampung Birang saat ditemui wartawan di lokasi proyek, Selasa (1/9/2026).
Ia menambahkan, fasilitas penunjang di dalam tiga kelas tersebut juga telah disalurkan. Dinas Pendidikan menyuplai sebanyak 51 paket meja, kursi, hingga papan tulis untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Untuk menutupi kekurangan fasilitas pendukung, warga setempat berinisiatif membangun ruang guru sementara secara swadaya.
“Saat ini, progres pembangunan ruang guru tersebut telah mencapai 90 persen. Ke depan, pihak RT masih berencana menambah tiga ruangan kelas lagi, ruang guru permanen, serta fasilitas MCK (tiga toilet),” ungkapnya.
Namun, kata dia langkah ini terganjal kebutuhan bahan bangunan yang belum terpenuhi. “Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembuatan WC. Kami butuh batu bata sekitar 1.000 biji, semen 20 sak, dan pasir 1 ret,” ungkapnya.
Selain itu, untuk perampungan seluruh bangunan dan pengecoran lantai, warga masih membutuhkan suplai material dalam jumlah besar. Tak hanya bangunan fisik, menurutnya masalah infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih juga menjadi sorotan.
Fadly mengaku belum bisa memastikan sumber kelistrikan karena belum ada anggaran pasti atau penjamin, meski opsi solar cell sempat dipertimbangkan.
Sementara untuk kebutuhan air bersih, warga berencana menyiapkan dua tandon penampung berkapasitas 1.200 hingga 2.200 liter. “Kalau kemarau begini, mau tidak mau kita pompa air dari sungai,” tambahnya.
Di sisi lain, untuk faktor keamanan anak-anak, pihak RT meminta bantuan PT Resky untuk membangun pagar keliling. Pasalnya, lokasi sekolah berbatasan langsung dengan jalan jalur logistik (logging) yang ramai dilalui kendaraan berat.
Ketua RT 017 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT TRH dan Dinas Pendidikan yang telah membantu terwujudnya sekolah ini. Namun, ia juga mengetuk hati nurani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk turun tangan memberikan bantuan secara personal maupun instansi terkait.
“Kami paham, karena lahan ini berdiri di atas lahan konsesi, dana APBD Pemkab tidak bisa turun secara formal. Tapi harapan kami, ada perhatian dan partisipasi dari Pemkab atau donatur lain untuk membantu kekurangan material,” jelasnya.
Jika pasokan material lancar dan tidak tersendat, ia optimistis seluruh target pembangunan dapat rampung sepenuhnya pada Oktober mendatang.
“Kendalanya cuma di material. Kalau material nunggu kita, bukan kita yang nunggu material, insyaAllah Oktober sudah rampung semua,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






