Berani Ala Srikandi: Olahraga Panahan Disulap Jadi Ajang Edukasi dan Piknik Perempuan Berau

MEMANAH: Puluhan perempuan berkumpul, memegang busur, dan mantap membidik sasaran bertajuk Berani Ala Srikandi. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU — Ada yang berbeda dari ruang terbuka hijau di Berau belakangan ini. Puluhan perempuan berkumpul, memegang busur, dan mantap membidik sasaran. Bukan sekadar olahraga biasa, aksi berani ala tokoh pewayangan Srikandi ini dikemas unik berkonsep piknik santai

Gerakan bertajuk Berani Ala Srikandi ini diinisiasi oleh Mada Mara, sebuah brand aksesori handmade asal Berau, bekerja sama dengan klub panahan lokal ternama, Great Ark Archery (GARA). Lewat kegiatan ini, perempuan diajak menantang diri melangkah keluar dari zona nyaman.

Baca Juga :  Terkendala Jaringan Pipa dan Pengolahan, Embung Maratua Belum Salurkan Air ke Masyarakat

Penggagas Mada Mara, Renata Andini, mengungkapkan panahan dipilih sebagai filosofi hidup, tentang bagaimana seorang perempuan belajar fokus, menetapkan tujuan, dan berani mengambil keputusan.

“Panahan dipilih sebagai medium untuk mengajak perempuan belajar fokus, berani mengambil bidikan, dan menentukan arah yang ingin dituju,” ujar Renata, Senin (12/10/2026).

Berbeda dari sesi latihan panahan yang terkesan kaku dan serius, Berani Ala Srikandi memadukan teknik dasar olahraga dengan atmosfer piknik kelompok kecil. Para peserta didampingi instruktur profesional dari GARA, sehingga pemula pun bisa menikmati momen belajar tanpa rasa canggung.

Baca Juga :  Kapal Wisata Tak Berizin Buang Jangkar Perairan di Maratua, Terumbu Karang Terancam

Renata menegaskan, pesan utama dari gerakan ini adalah mendefinisikan ulang arti keberanian bagi perempuan modern.

“Keberanian tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar, tetapi juga berani melangkah keluar dari kebiasaan, mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan, dan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk berkembang,” lanjutnya.

Sebagai wadah komunitas, Mada Mara tidak hanya fokus memproduksi kerajinan tangan, tetapi juga gencar menggelar workshop dan aktivitas rekreasi berbasis pengalaman. Ke depan, ruang-ruang positif seperti ini bakal terus dihadirkan untuk merangkul perempuan dari berbagai latar belakang.

Baca Juga :  Ular Sanca Besar Dievakuasi dari Samping Rumah Warga Kelurahan Gunung Tabur

“Sejauh ini Mada Mara memang fokus untuk menciptakan kegiatan seru, mulai dari crafting dan kegiatan positif lainnya. Melalui inisiatif ini, kami ingin menciptakan ruang bagi perempuan untuk mengeksplorasi diri sekaligus membangun koneksi,” pungkas Renata. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha