Terkendala Jaringan Pipa dan Pengolahan, Embung Maratua Belum Salurkan Air ke Masyarakat

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU — Pembangunan infrastruktur embung di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, saat ini tengah menjadi sorotan publik.

Meskipun tahap pertama proyek pembangunan embung dengan kapasitas 16.000 meter kubik tersebut telah rampung, fasilitas ini ternyata belum dapat difungsikan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan air baku dan air minum masyarakat setempat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, mengungkapkan pembangunan embung di Maratua ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2022 hingga 2024.

Baca Juga :  DLHK Berau Soroti Aksi Pembuangan Sampah di Aliran Sungai

Namun, terdapat tantangan besar terkait ketersediaan anggaran dan perbedaan kapasitas yang dibutuhkan.

“Dulu memang sejak kita bangun kurun waktu 2022-2024, saat ini memang fokus dan kita itu baru tahap pertamanya. Dan itu posisinya di Maratua,” ujar Hendra Pranata Senin (12/10/2026).

Hendra menjelaskan, berdasarkan perhitungan teknis pihak konsultan untuk keseluruhan wilayah Pulau Maratua, dibutuhkan embung dengan kapasitas total mencapai 16.000 meter kubik. Pada tahap pertama ini, pembangunan fisik embung memang sudah tuntas, namun masih terkendala pada sistem pengolahan air serta jaringan pipa distribusi ke rumah-rumah warga.

Baca Juga :  Ulah Tawon Bikin Sarang di Tiang Listrik, Damkar Turun Tangan

“Kita sudah mengusulkan untuk pintu air, kalau tidak ada halangan akan kita mulai lagi di tahun 2027. Sedangkan untuk tampungan airnya di sepanjang bahu runway bandara itu, ini kita pernah ada komunikasi untuk perizinan pembangunan bahu itu dan ini akan kita tindak lanjuti lagi, permohonan izinnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Tangkal Dampak Gadget, Komunitas Baca Berau Kenalkan Buku Cerita Anak Bergambar Berbasis Budaya Lokal

Lebih lanjut, DPUPR Berau memastikan curah hujan yang ada di Maratua sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kapasitas dua embung seluas 16.000 meter kubik tersebut.

“Kendati demikian, tantangan utamanya terletak pada pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) serta jaringan perpipaan lanjutan agar air hujan yang tertampung dapat diolah dan disalurkan secara langsung kepada warga,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha