Jembatan Bujangga Rusak, Warga Resah Truk Besar Bebas Melintas Tanpa Portal

RUSAK: Kondisi portal rusak yang ada di Jembatan Bujangga, Jalan Prapatan Bujangga, Kabupaten Berau. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU — Kondisi Jembatan Bujangga di Jalan Prapatan Bujangga, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini memicu ketakutan dan kekecewaan mendalam dari warga sekitar. Portal pengaman yang berfungsi membatasi kendaraan bermuatan besar melintas dilaporkan rusak akibat ditabrak mobil, namun hingga kini tak kunjung diperbaiki oleh pihak berwenang.

Ketiadaan portal penahan tersebut membuat truk-truk berukuran besar bebas melintasi jembatan. Padahal, kondisi fisik struktur jembatan dan area sekitarnya dikabarkan sudah sangat mengkhawatirkan.

Warga sekitar Jalan Prapatan Bujangga, Rehan Saputra, mengungkapkan kecemasannya terkait pembiaran kondisi ini. Menurutnya, keretakan dan pergeseran tanah di sekitar jembatan sudah sangat terlihat jelas dari permukiman warga.

Baca Juga :  Berani Ala Srikandi: Olahraga Panahan Disulap Jadi Ajang Edukasi dan Piknik Perempuan Berau

“Dulunya portal itu bagus, ada penyangga atasnya. Tapi setelah ditabrak mobil jadi rusak. Begitu mau diganti, Dishub kenapa tiba-tiba tidak jadi sampai saat ini?,” ujar Rehan saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).

Rehan menjelaskan portal tersebut merupakan benteng utama untuk mencegah kendaraan berbobot berat melintasi Jembatan Bujangga, baik dari arah Teluk Bayur menuju Kota Tanjung Redeb maupun sebaliknya.

“Yang jadi masalah saat ini, mobil besar-besar lewat sana. Padahal Jembatan Bujangga itu sudah retak dan pergeserannya sudah jauh sekali, kelihatan dari rumah warga,” tegasnya.

Baca Juga :  Ular Sanca Besar Dievakuasi dari Samping Rumah Warga Kelurahan Gunung Tabur

Tak tinggal diam, warga mengaku telah mempertanyakan kejelasan perbaikan portal tersebut kepada Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Namun, jawaban yang diterima justru saling melempar tanggung jawab.

“Saya tanya ke Dishub, alasannya tidak ada wewenang Pemda karena ini proyek Provinsi. Tapi di daerah Inhutani itu sudah nyata-nyata ada papan larangan truk melintas. Berarti dinas terkait harusnya punya payung hukum yang kuat untuk menindak,” tambah Rehan.

Rehan menilai ada yang tidak beres dalam penanganan fasilitas publik ini. Ia merasa penegakan aturan dan pengawasan lalu lintas di area rawan tersebut terkesan macet di tengah jalan.

Baca Juga :  Atasi Over Kapasitas, 10 Napi Rutan Tanjung Redeb Digeser ke Samarinda dan Tenggarong

“Percuma ada imbauan dan papan larangan kalau tidak ada tindakan tegas. Kita lapor lewat media sosial begini supaya bukan cuma Lurah atau Camat yang tahu, tapi semua instansi pemerintah terkait tahu bagaimana resahnya warga. Jangan sampai tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Berau serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait kejelasan perbaikan portal dan penanganan struktur Jembatan Bujangga. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha