KUTAI TIMUR – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur terus mempercepat pekerjaan pembangunan box culvert di Ruas Jalan Bontang–Sangatta STA 54+100. Pekerjaan ini dilakukan untuk meningkatkan fungsi drainase jalan sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas dan distribusi logistik di wilayah pesisir timur Kalimantan Timur.
Melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN), pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan nasional agar mampu menunjang mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian yang menghubungkan Kota Bontang dengan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.
Saat ini, pelaksanaan pekerjaan difokuskan pada tahapan pabrikasi besi tulangan dan penggunaan beton pracetak atau precast concrete. Kedua metode tersebut diterapkan untuk mendukung percepatan konstruksi dengan tetap memperhatikan mutu dan kekuatan struktur bangunan.
Pabrikasi besi tulangan dilakukan secara teliti untuk memastikan rangka struktur box culvert memiliki kekuatan sesuai kebutuhan teknis. Sementara itu, penggunaan beton pracetak diharapkan dapat mempercepat proses pemasangan di lapangan dibandingkan metode pengecoran konvensional yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 BBPJN Kalimantan Timur, Khanif Ashar, mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan melalui pengaturan tahapan konstruksi dan pemanfaatan metode yang dinilai efektif, tanpa mengabaikan aspek keselamatan serta standar kualitas pekerjaan.
“Pekerjaan box culvert di STA 54+100 ini kami percepat melalui persiapan pembesian yang matang dan pemanfaatan beton pracetak. Kami ingin proses konstruksi berjalan lebih efisien, tetapi kualitas struktur tetap sesuai spesifikasi teknis dan standar keselamatan kerja yang berlaku,” ujar Khanif.
Menurutnya, keberadaan box culvert memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aliran air di sekitar badan jalan. Sistem drainase yang berfungsi optimal diharapkan dapat mengurangi risiko genangan, terutama ketika curah hujan meningkat, sehingga kondisi jalan tetap mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna.
Selain meningkatkan fungsi drainase, pekerjaan tersebut juga diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas kendaraan yang melintasi jalur Bontang–Sangatta. Ruas ini menjadi salah satu jalur penting bagi pergerakan masyarakat dan distribusi barang di Kalimantan Timur.
BBPJN Kaltim juga terus memperhatikan aspek keselamatan selama pekerjaan berlangsung, termasuk pengaturan aktivitas konstruksi dan penerapan prosedur keselamatan kerja di lapangan. Penggunaan metode beton pracetak diharapkan turut membantu mengefisienkan waktu pengerjaan sehingga gangguan terhadap arus lalu lintas dapat diminimalkan.
Selama proses konstruksi berlangsung, pengguna jalan yang melintas di sekitar STA 54+100 diimbau untuk mengurangi kecepatan, memperhatikan rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Melalui percepatan pekerjaan ini, BBPJN Kalimantan Timur berharap peningkatan infrastruktur drainase jalan nasional dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Bontang dan Kutai Timur. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






