SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur masih menjadi ancaman serius. Hingga 24 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat total 2.377 kejadian dengan luas area terdampak mencapai 9.944,48 hektare.
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan empat kejadian karhutla kembali ditangani tim gabungan pada 24 Oktober 2026. Dua kejadian terjadi di Samarinda, sedangkan masing-masing satu kejadian dilaporkan di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.
“Penanganan empat kejadian karhutla harian tersebut dilaksanakan secara sigap oleh tim gabungan personel di lapangan,” kata Buyung di Samarinda, Ahad.
Selain kejadian kebakaran, pemantauan satelit mendeteksi 106 titik panas kategori sedang yang tersebar di sejumlah wilayah Kaltim.
Paser menjadi daerah dengan titik panas terbanyak, yakni 33 titik. Disusul Kutai Timur sebanyak 26 titik, Penajam Paser Utara 18 titik, Kutai Barat 15 titik, Berau delapan titik, Kutai Kartanegara tiga titik, Samarinda dua titik, serta Balikpapan satu titik.
Besarnya luasan terdampak menunjukkan karhutla masih memerlukan penanganan serius. Sepanjang Oktober 2026 saja, BPBD Kaltim mencatat 526 kejadian dengan luas area terdampak mencapai 2.245,22 hektare.
Secara keseluruhan, kerusakan akibat karhutla sepanjang tahun ini didominasi area lahan seluas 7.740 hektare. Sementara kawasan hutan yang terdampak mencapai 2.165,98 hektare.
BPBD Kaltim terus mengintensifkan kesiapsiagaan personel lintas instansi untuk menangani titik api sekaligus mencegah meluasnya kebakaran, terutama di wilayah yang terpantau memiliki sebaran titik panas.
“Seluruh jajaran personel lintas instansi terus disiagakan secara penuh guna memadamkan titik api serta mengantisipasi potensi karhutla,” ujar Buyung. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






