Jembatan Muara Lembak Ditangani Sementara, Kendaraan Berat Dialihkan ke Jalur Alternatif

Kondisi Jembatan Muara Lembak yang saat ini tengah dilakukan pemeliharaan. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, KUTAI TIMUR – Penanganan Jembatan Muara Lembak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penanganan sementara menggunakan Jembatan Bailey hingga pembangunan jembatan permanen. Selama proses tersebut, kendaraan yang melintasi jalur menuju Sangkulirang dan sekitarnya diminta mematuhi pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Musa Partogi, menjelaskan bahwa kendaraan yang hendak menuju Sangkulirang untuk sementara dialihkan melalui jalur alternatif, yakni Jembatan Penghubung Sepaso Selatan dan Sepaso Timur.

Pengalihan tersebut diberlakukan hingga penanganan sementara menggunakan Jembatan Bailey selesai dilaksanakan oleh BBPJN Kaltim.

“Pengalihan arus kendaraan ini dilakukan untuk mendukung proses penanganan Jembatan Muara Lembak. Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar mengikuti jalur alternatif yang telah disiapkan serta mematuhi ketentuan selama pekerjaan berlangsung,” ujar Musa dalam keterangannya.

Baca Juga :  Siap-siap Isi BBM Mandiri, Pertamina Kaji Skema Self Service untuk SPBU di Kalimantan Timur

Setelah penanganan sementara selesai, pembatasan kendaraan akan diberlakukan di Jembatan Muara Lembak. Kendaraan dengan berat total lebih dari 8 ton dan tinggi lebih dari 3,5 meter dilarang melintasi jembatan tersebut.

Kendaraan yang melebihi batas berat maupun dimensi yang ditentukan tetap harus menggunakan jalur alternatif melalui Jembatan Penghubung Sepaso Selatan dan Sepaso Timur.

Musa menegaskan, pembatasan tersebut diperlukan untuk mendukung keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kondisi jembatan selama digunakan dalam masa penanganan sementara.

“Kami meminta pengendara, khususnya kendaraan angkutan barang, memperhatikan batas berat dan tinggi kendaraan sebelum melintasi Jembatan Muara Lembak. Kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan harus melewati jalur alternatif demi menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” jelasnya.

Baca Juga :  Tegaskan Konten Medsos Bukan Berita, PWI Kaltim: Perusahaan Pers Harus Jelas

Tak hanya penanganan sementara, pembangunan jembatan permanen juga direncanakan untuk menyelesaikan persoalan akses transportasi di kawasan tersebut.

Saat pembangunan jembatan permanen berlangsung, Jembatan Muara Lembak direncanakan ditutup total hingga pekerjaan selesai. Dengan kondisi itu, jalur alternatif melalui Jembatan Penghubung Sepaso Selatan dan Sepaso Timur akan menjadi satu-satunya akses dari dan menuju Sangkulirang dari arah Bengalon.

Karena itu, kesiapan jalur alternatif menjadi hal penting untuk menjaga mobilitas masyarakat dan distribusi barang selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Baca Juga :  TRC PPA Kaltim Geruduk Kantor Gubernur Buntut Balita Meninggal Diduga Terpapar Asap Karhutla

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur diminta segera menyelesaikan proses pembebasan lahan di sekitar Jembatan Muara Lembak. Langkah tersebut diperlukan agar pembangunan jembatan permanen dapat dilaksanakan tanpa hambatan terkait ketersediaan lahan.

“Kami berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait dapat berjalan baik, terutama dalam penyelesaian pembebasan lahan. Dengan demikian, pembangunan jembatan permanen bisa berjalan lancar dan akses masyarakat menuju Sangkulirang dapat kembali didukung oleh infrastruktur yang memadai,” tambah Musa.

BBPJN Kaltim mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk terus memantau informasi pengaturan lalu lintas serta merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif selama penanganan dan pembangunan Jembatan Muara Lembak berlangsung. (*)

Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha