Penumpang Bandara Sepinggan Turun pada 2026, Dari 14.000 Kini Hanya 10.000 Orang per Hari

Penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.(FOTO: Aditya Setiawan/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Jumlah penumpang di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengalami penurunan pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada 2025 jumlah penumpang mencapai 12.000–14.000 orang per hari pada hari kerja, kini rata-rata berkisar 10.000–12.000 orang per hari.

General Manager Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Winaya Mahdar, mengatakan penurunan tersebut terlihat dari data pergerakan penumpang harian. Meski demikian, jumlah penumpang masih dapat meningkat pada akhir pekan atau momen tertentu.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Terus Perbaiki Perkerasan Beton di Ruas Perdau-Batu Ampar

“Pada 2025, penerbangan kita bisa melayani antara 12.000 sampai 14.000 penumpang per hari saat hari kerja. Ketika akhir pekan, jumlahnya bisa mencapai 18.000 penumpang,” sebutnya, Jumat (16/10/2026).

Sementara pada 2026, jumlah penumpang pada hari kerja berada di kisaran 10.000–12.000 orang per hari. Adapun pada akhir pekan tertentu, pergerakan penumpang masih bisa mencapai 16.000 orang.

Iwan menjelaskan, penurunan jumlah penumpang tersebut tidak terlepas dari dinamika transportasi udara secara nasional. Dibandingkan periode yang sama pada 2025, pergerakan penumpang pesawat secara umum mengalami penurunan.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Terus Perbaiki Perkerasan Beton di Ruas Perdau-Batu Ampar

Selain itu, keberadaan Bandara APT Pranoto di Samarinda turut memengaruhi distribusi penumpang di Kalimantan Timur. “Sebagian masyarakat kini memiliki alternatif bandara untuk melakukan perjalanan udara, sehingga pangsa pasar penerbangan terbagi antara Balikpapan dan Samarinda,” ujarnya.

Menurut Iwan, Bandara APT Pranoto Samarinda melayani sekitar 2.000–4.000 penumpang per hari. Kondisi ini turut memengaruhi data pergerakan penumpang di Bandara SAMS Sepinggan jika dibandingkan dengan periode sebelum Bandara APT Pranoto beroperasi.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Terus Perbaiki Perkerasan Beton di Ruas Perdau-Batu Ampar

“Sekarang kita tahu di Samarinda sudah ada Bandara APT Pranoto, sehingga pangsa pasarnya terbagi. Kurang lebih ada 2.000 sampai 4.000 penumpang per hari yang menggunakan bandara tersebut,” jelasnya.

Di sisi lain, transportasi udara dan laut tetap menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas orang maupun distribusi barang menuju dan dari Kalimantan Timur.
Kedua moda transportasi tersebut memiliki peran penting dalam menunjang konektivitas daerah. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha