BERAU – Menindaklanjuti arahan Bupati Berau untuk membantu PLN dalam upaya percepatan pemulihan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau memberikan dukungan fasilitas pemondokan bagi personel PT PLN (Persero) dan tim eksternal yang terlibat dalam proses perbaikan jaringan listrik yang terputus akibat robohnya tower transmisi 150 kilo volt (kV) di jaringan listrik Mahakam milik PT PLN.
Kepala Pelaksana BPBD Berau Masyhadi mengatakan timnya telah mendirikan tenda berukuran 6 x 12 meter dengan kapasitas menampung sekitar 40 orang pada Kamis (29/10/2026).
“Selain itu, BPBD juga meminjamkan sebanyak 10 unit velbed untuk menunjang kebutuhan istirahat personel yang bertugas di lapangan,” ungkapnya Jumat (30/10/2026).
Kata dia, pemasangan tenda dilakukan sekitar lokasi tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang roboh pada ruas jalan poros Tembudan–Sangkulirang, tepatnya wilayah Batu Putih yang mengarah ke Sangkulirang.
“Jumlah personel yang disiagakan untuk mendukung pekerjaan perbaikan tersebut diperkirakan mencapai 80 orang, termasuk anggota PLN dan tim eksternal,” ucapnya.
Menurutnya untuk memenuhi kebutuhan akomodasi personel, pihak PLN juga telah mendirikan sejumlah tenda secara mandiri di sekitar lokasi pekerjaan.
“Dukungan fasilitas pemondokan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Berau dalam membantu kelancaran penanganan kerusakan jaringan listrik, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar personel yang bekerja di lapangan,” bebernya.
Selain itu, bagi dia melalui sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, PLN, dan tim teknis terkait, diharapkan proses perbaikan jaringan interkoneksi dapat berjalan lancar sehingga pemulihan sistem kelistrikan dapat segera terlaksana.
“BPBD Berau terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan dan kewenangannya, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam membantu kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






