Railing Teras Samarinda Dikritik DPRD, PUPR Buka Opsi Perubahan Desain Demi Keamanan

Dinas PUPR Kota Samarinda saat melakukan pengecekan nampak railing atau pagar pengaman teras Samarinda yang dinilai memiliki jarak cukup lebar. (FOTO:Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda menyatakan siap meninjau ulang desain pagar pengaman atau railing di kawasan Teras Samarinda tahap II setelah mendapat sorotan dari DPRD Samarinda terkait faktor keselamatan pengunjung.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Teras Samarinda, Muhammad Ilham, menjelaskan bahwa penggunaan railing berbahan besi pada segmen 1 merupakan bagian dari konsep desain awal yang diselaraskan dengan elemen lampu di area tersebut. Meski demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan dilakukan perubahan desain apabila hasil evaluasi menunjukkan perlunya penyesuaian.

Baca Juga :  Insiden Intimidasi Jurnalis di Kantor Gubernur Tuai Kecaman Organisasi Pers

“Kalau mau diubah sebenarnya bisa saja. Nanti kita evaluasi lagi seperti apa. Mungkin dari perencanaan awal ingin menyesuaikan dengan desain lampunya,” ujar Ilham, Jumat (6/3/2026).

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti jarak antar batang railing di segmen 1 yang dinilai cukup lebar serta penggunaan material besi hollow. Ia khawatir kondisi tersebut dapat membahayakan, terutama bagi anak-anak yang bermain di kawasan tersebut.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Lakukan Pengerasan Beton Semen Sp. Perdau-Tepian Langsat-Batu Ampar

Menurutnya, celah antar railing berpotensi membuat kaki anak terselip apabila orang tua tidak mengawasi dengan ketat.

“Kita ingin railing ini sama seperti yang ada di segmen 2, 3, dan 4 yang menggunakan stainless. Karena besi, jedanya juga agak besar. Kita khawatir kalau anak-anak lagi main lalu kakinya masuk ke sela itu,” kata Deni.

Selain railing, DPRD juga memberikan perhatian pada fasilitas playground di segmen 4. Deni menilai material yang digunakan harus mampu bertahan terhadap paparan panas dan hujan agar tidak cepat mengalami kerusakan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kaltim Tak Hadir, Massa Aksi Soroti Komitmen Wakil Rakyat

“Kita ingin item ini bisa berumur panjang. Jangan sampai baru 6 bulan atau setahun sudah rusak karena kena panas dan hujan terus,” ujarnya.

Menanggapi kekhawatiran terkait potensi karat pada railing, Ilham memastikan material besi yang digunakan telah melalui proses pelapisan pelindung sebelum pengecatan dilakukan. “Ini sudah dilapis meni dulu sebelum dicat, jadi ada proteksi anti karatnya,” tutupnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *