“Berita yang beredar di masyarakat bahwa seluruh kegiatan berbagi takjil ini dibiayai oleh perusahaan tambang adalah tidak benar,” kata Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto di Samarinda, Minggu.
Bambang menjelaskan bahwa pengelolaan maupun pembiayaan program berbagi takjil antara instansinya dengan Forum Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Minerba dilakukan secara mandiri dan sepenuhnya terpisah.
Ia mengatakan sinergi di antara kedua lembaga tersebut murni hanya sebatas penentuan waktu dan tempat pelaksanaan yang kebetulan bersamaan, akibat tingginya animo masyarakat sekitar.
“Tahun ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkungan pemerintah provinsi juga memiliki giliran masing-masing untuk menyediakan takjil demi menyebarkan kebaikan selama bulan puasa,” ujar Bambang.
Senada dengan hal tersebut Ketua Forum PPM Kaltim Muslim Gunawan menegaskan bahwa kehadiran mereka sekadar memenuhi undangan partisipasi sosial, bukan bertindak sebagai penyandang dana utama untuk agenda sebulan penuh.
Forum PPM Minerba secara khusus hanya menjadwalkan pembagian sebanyak 1.400 paket takjil pada satu hari pelaksanaan yakni pada Rabu (11/3) di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.
Muslim memastikan organisasinya sama sekali tidak membiayai operasional pembagian takjil pada hari-hari lain di lokasi tersebut di luar jadwal resmi yang telah mereka tetapkan.
“Inisiatif pendanaan mandiri oleh forum ini merupakan wujud komitmen pada pilar sosial budaya guna menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” ucapnya.
Langkah pendistribusian hidangan berbuka puasa ini diharapkan pihaknya mampu memberikan manfaat langsung bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menghadirkan keberkahan di bulan suci Ramadhan.
Sumber ; Antara






