Batu-Batu Bakal Jadi Kampung Nila, Diskan Bidik Sektor Wisata dan Ketahanan Pangan

Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Diskan Berau, Budiono. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM.CO.ID)

benuakaltim.co.id, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) tengah menyiapkan langkah strategis untuk menyulap kawasan Batu-Batu menjadi sentra budidaya ikan nila terpadu.

Proyek bertajuk “Kampung Nila” ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata singgah baru bagi wisatawan sebelum bertolak ke objek wisata populer seperti Pulau Derawan atau Tanjung Batu.

Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Diskan Berau, Budiono, mengungkapkan bahwa pengembangan ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi daerah untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan.

Baca Juga :  Bupati Sri Juniarsih Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersih dan Bebas Pelanggaran

“Harapannya teman-teman wisatawan dapat singgah di Batu-Batu. Ini sesuai dengan RPJMD dan visi misi Bupati, di mana pariwisata menjadi sektor transformasi ekonomi pengganti sektor tambang,” ujar Budiono kepada awak media Sabtu (2/5/2026).

Budiono menjelaskan, keberhasilan rencana ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara berbagai pihak.

Diskan Berau tidak berjalan sendiri, melainkan menggandeng pemerintah kampung, sektor swasta, hingga perusahaan besar di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Ahli dari UNHAS Ungkap Tantangan RSUD Tanjung Redeb: Butuh Dana Besar dan Proses Panjang

“Langkah strategisnya adalah kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Kampung, PT Berau Coal, dan pihak swasta lainnya untuk mendukung pengembangan ini,” tambahnya.

Berdasarkan hasil survei lapangan, potensi lahan di kawasan Batu-Batu tergolong sangat menjanjikan.

Setidaknya terdapat puluhan kolam yang secara teknis telah memenuhi syarat untuk memulai budidaya ikan nila skala besar.

“Kami sudah melakukan penjajakan dan survei terhadap sekitar 30 sampai 40 kolam. Secara teknis, semuanya dinyatakan layak,” jelas Budiono.

Baca Juga :  3 Kecamatan di Berau Terima Bantuan Alsintan dari Kementan RI

Tak hanya dari segi kuantitas lahan, kualitas air di lokasi tersebut juga dinilai sangat mendukung pertumbuhan ikan nila.

Budiono menyebutkan bahwa jenis ikan yang akan dikembangkan adalah nila salina, yang dikenal memiliki daya tahan tinggi.

“Secara kualitas air sangat cocok. Nila salina ini bisa hidup di salinitas (kadar garam) yang rendah, jadi sangat pas untuk dikembangkan di sana,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *