Pelajari Penerapan Data Maksimal, DPRD Berau Sambangi BPS Tarakan

Anggota Komisi III DPRD Berau Grace Warastuty Langsa. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU – Persoalan keakuratan data kembali menjadi sorotan tajam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau secara khusus dari Komisi III.

Hal ini dilakukan Anggota Komisi III DPRD Berau Grace Warastuty Langsa saat kunjungan kerja ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan beberapa waktu lalu, demi mempelajari validitas data pada kegiatan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah di Bumi Batiwakkal

Grace Warastuty Langsa, mengungkapkan sinkronisasi data statistik sangat krusial dalam mengevaluasi kinerja pemerintah kabupaten.

“BPS ini kan memiliki peran strategis sebagai penyedia data yang menjadi acuan utama dalam penyusunan LKPJ,” bebernya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya usai mempelajari pendataan oleh BPS Kota Tarakan dalam menginput dan mengolah data dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam memotret kondisi riil di lapangan.

Baca Juga :  Masih Menggantung, DPRD Kaltim Agendakan Pembahasan Ulang Hak Angket

“Masalah data statistik inikan juga sangat penting dalam pembangunan daerah dan BPS memang sangat membantu juga untuk LKPJ pemerintah kan. Mereka menginput data itu sangat membantu,” ujar Grace saat memberikan keterangan terkait hasil kunjungannya.

Ia juga berharap, ada penekanan pentingnya kolaborasi antara BPS dengan instansi terkait lainnya, seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), guna memastikan data masyarakat dan kewilayahan benar-benar sinkron di Kabupaten Berau.

Meskipun sudah melakukan studi banding ke Tarakan, Grace menyebutkan secara prosedural dan program kerja, BPS di berbagai daerah memiliki standar operasional yang serupa.

Baca Juga :  Absen di Audiensi Hak Angket, PKB Kaltim: Tugas Kedewanan di Luar Kota

Namun, ia menggarisbawahi perbedaan wilayah menuntut penyesuaian arahan dan kebijakan teknis yang berbeda pula.

“Program kerja BPS di Tarakan maupun Berau pada dasarnya sama dan tidak memiliki perubahan signifikan dalam metode operasional,” imbuhnya

Ia menyoroti bahwa fokus utama belajar dan kunjungan kerja di BPS Kota Tarakan adalah tetap pada pencapaian data yang valid, terutama terkait jumlah penduduk dan profil daerah.

“Perbedaan lokasi geografis menyebabkan adanya perbedaan arahan kebijakan meski tujuannya tetap satu data tunggal yang akurat. Sehingga tujuannya ya pasti sama semua, untuk (mendapatkan) data supaya valid gitu kan data-data mereka. Intinya kami ke sana ya untuk belajar masalah data statistik aja”Dan kami ke sana ya untuk sharing tentang bagaimana penanganan data untuk LKPJ,” bebernya.

Baca Juga :  Absen di Audiensi Hak Angket, PKB Kaltim: Tugas Kedewanan di Luar Kota

Kendati demikian kunjungan ke Tarakan ini diharapkan menjadi pelecut bagi BPS Kabupaten Berau untuk terus meningkatkan performa dan sinergitasnya dengan DPRD maupun Pemkab Berau.

Grace menegaskan, data terkait keberadaan jumlah masyarakat dan luas wilayah adalah fondasi utama pembangunan.

“Kita berkomitmen akan terus mengawal proses sinkronisasi data melalui BPS Berau agar program pembangunan yang direncanakan pemerintah daerah tepat sasaran dan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *