benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pemerintah melalui instansi terkait mulai melakukan penanganan titik longsor di STA 5+650 pada ruas jalan nasional Sangatta–Simpang Perdau, Kabupaten Kutai Timur. Proyek preservasi ini diprioritaskan guna menjamin keselamatan pengguna jalan serta menjaga kelancaran distribusi logistik di kawasan tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan alat berat seperti ekskavator telah diterjunkan ke lokasi. Saat ini, tim teknis tengah melakukan pembersihan material longsor sekaligus memperkuat struktur tanah di area tebing yang mengalami penurunan.
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, area pekerjaan telah dipasangi garis pengaman dan rambu peringatan. Arus lalu lintas pun diatur secara situasional oleh petugas di lapangan.
PPK 2.2 BBPJN Kaltim, Khanif Ashar, menegaskan bahwa penanganan longsor ini menjadi fokus utama karena menyangkut keselamatan pengguna jalan.
“Penanganan ini kami prioritaskan karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan kelancaran arus logistik. Saat ini pekerjaan difokuskan pada pembersihan material longsor dan penguatan lereng agar kondisi jalan kembali stabil,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses perbaikan ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan ke depan agar ruas jalan dapat kembali berfungsi normal.
“Kami upayakan pengerjaan berjalan optimal sehingga dalam empat bulan ke depan kondisi jalan sudah kembali aman dilalui,” tambahnya.
Selama masa pengerjaan, pengguna jalan dari arah Sangatta menuju Simpang Perdau maupun sebaliknya diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintasi area proyek.
Dengan percepatan penanganan ini, diharapkan risiko kecelakaan dapat diminimalisir serta konektivitas antarwilayah di Kutai Timur kembali berjalan lancar. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






