benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur akan memulai pekerjaan perbaikan lantai Jembatan Sangkima yang berada di ruas jalan nasional Bontang–Sangatta pada 19 hingga 20 April 2026. Proyek ini dilakukan guna menjaga kemantapan struktur jembatan sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.
Sebagai langkah awal, sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku transportasi telah dimulai sejak Senin, 13 April 2026. Informasi disebarluaskan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, media elektronik, hingga surat resmi kepada perusahaan ekspedisi di wilayah Kalimantan Timur.
Selain itu, petugas juga telah memasang baliho pemberitahuan di 10 titik strategis di jalur lintas timur Kalimantan. Lokasi tersebut meliputi Simpang Lempake Samarinda, Simpang Bontang, kawasan sekitar Warung Beppa Janda, sebelum dan sesudah Jembatan Sangkima, Terminal Sangatta, SPBU Simpang Perdau, Simpang Muara Wahau, Simpang Labanan, hingga Terminal Berau.
Selama pelaksanaan pekerjaan, pembatasan lalu lintas akan diberlakukan khusus bagi kendaraan berat. Penutupan jalan untuk kendaraan roda enam ke atas dijadwalkan berlangsung setiap pukul 17.00 WITA hingga 06.00 WITA.
Sementara itu, kendaraan roda dua dan roda empat tetap diperbolehkan melintas dengan catatan harus berhati-hati serta mengikuti arahan petugas di lapangan. PPK 2.2 BBPJN Kaltim, Khanif Ashar, menegaskan bahwa pekerjaan ini bersifat penting demi menjaga keselamatan jangka panjang.
“Perbaikan ini kami lakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kondisi lantai jembatan tetap layak dan aman dilalui. Kami mengimbau pengguna jalan, khususnya kendaraan berat, untuk menyesuaikan jadwal perjalanan agar tidak terjebak antrean selama masa pekerjaan,” ujarnya.
Ia juga meminta pengertian masyarakat atas potensi gangguan yang terjadi selama proses perbaikan berlangsung. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Upaya ini semata-mata untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di masa mendatang,” tambah Khanif.
Pihak BBPJN Kaltim berharap dengan adanya sosialisasi yang masif dan pengaturan lalu lintas yang terencana, dampak terhadap aktivitas transportasi dapat diminimalisir selama masa pengerjaan. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli


