benuakaltim.co.id, BERAU – Pemerintah melalui Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memastikan pembangunan infrastruktur air bersih akan segera dimulai tahun ini di Kecamatan Kelay.
Langkah ini diambil mengingat Kecamatan Kelay merupakan satu-satunya ibu kota kecamatan yang hingga kini belum memiliki akses layanan air bersih yang memadai.
Kepala Bidang AMPL DPUPR, Herau Decty Toge Manduli, mengungkapkan anggaran untuk proyek strategis ini telah tersedia melalui dana Bantuan Keuangan (Bankeu).
“Tahun ini kemungkinan kami mulai untuk pembangunan air bersih Kecamatan Klai. Karena yang belum ada air bersihnya untuk ibu kota kecamatan kan tinggal Kelay itu. Tahun ini ada anggarannya dari Bankeu, mudah-mudahan tidak ada perubahan,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada benuakaltim.co.id, Selasa (14/4/2026).
Proyek ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi pemenuhan kebutuhan dasar warga. Berdasarkan data pendataan tim di lapangan, infrastruktur ini ditargetkan mampu melayani ratusan rumah tangga.
“Kalau untuk IKK Kelay itu ada sekitar mungkin 500-an KK lebih. Kalau itu selesai, bisa melayani (kebutuhan air bersih),” sebut Decty.
Meski infrastruktur dibangun oleh pemerintah pusat daerah, mekanisme pengelolaan operasionalnya masih dalam tahap pengkajian. Decty menjelaskan, pihaknya akan menjalin komunikasi intensif dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Opsi pengelolaan ini nantinya akan menentukan keberlanjutan distribusi air ke rumah-rumah warga:
- Opsi Pertama: Dikelola secara profesional oleh PDAM jika mereka menyatakan kesiapannya.
- Opsi Kedua: Diserahkan sepenuhnya kepada pihak kampung untuk dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat.
“Nanti setelah jadi, kami akan diskusi sama PDAM apakah mereka mau kelola atau tidak. Kalau tidak, nanti akan diserahkan ke kampung untuk kelola,” tegasnya.
Selain fokus di Kecamatan Kelay, DPUPR juga tengah menyiapkan program perbaikan infrastruktur air bersih di skala kampung untuk tahun depan, seperti di wilayah Merabu dan Muara Lesan
Tak hanya soal air, pemerintah juga berencana meningkatkan sanitasi lingkungan dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kecamatan Kelay
“Kami juga ada wacana untuk pembangunan TPS3R di Kecamatan Klai. Kami lagi cari lahan yang bisa dihibahkan,” tutup Decty. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






