DPUPR Berau Butuh Anggaran Penanganan Permanen untuk Jembatan Gunungsari

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU – Kondisi Jembatan Gunungsari di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, kini tengah menjadi sorotan tajam.

Meski secara struktur rangka baja diklaim masih kokoh, ancaman abrasi dan gerusan air (sedimen) di sisi jembatan menghantui keselamatan para pelintas.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi, mengungkapkan jembatan yang saat ini berstatus jembatan sementara (bailey) tersebut membutuhkan penanganan permanen segera demi menghindari risiko longsor di area tumpuan (abutment).

Baca Juga :  DPUPR Pastikan Pembangunan Infrastruktur di Kelay Dimulai Tahun Ini

Dalam tinjauan lapangannya, Junaidi menjelaskan bahwa kondisi fisik jembatan sebenarnya masih dalam kategori baik, terutama pada bagian rangka dan tumpuan sisi Gunungsari.

“Secara struktur, jembatan itu masih bagus. Tumpuannya juga masih settle, masih ada sekitar 3 meter tumpuan yang kokoh,” ujar Junaidi, Selasa (14/4/2026).

Namun, ia tidak menampik adanya kekhawatiran terkait gerusan air dari bawah jembatan yang bisa memicu longsor. Meski tahun ini hantaman air tidak se-signifikan tahun lalu, risiko tersebut tetap ada karena status jembatan yang masih non-permanen.

Baca Juga :  DLHK Berau Genjot Penanganan Sampah hingga ke Kecamatan

Masalah utama yang dihadapi bukan sekadar teknis, melainkan anggaran. Junaidi membeberkan, pihaknya telah menyusun perencanaan matang untuk meningkatkan status jembatan ini menjadi permanen.

“Alokasi biaya dari perencanaan itu sekitar Rp12 miliar. Karena kita tidak hanya menangani jembatannya saja, tapi juga sisi sampingnya yang tergerus air. Kita rencanakan pemasangan sheet pile atau konstruksi pengamanan lainnya,” sebut Junaidi.

Baca Juga :  Jangan Kaget! Motor Bekas Bisa Kena Blokir Gara-gara Tilang Elektronik

Sayangnya, meski usulan perbaikan sudah diajukan berkali-kali sejak tahun 2022 hingga 2023, dana segar dari pemerintah provinsi belum juga turun. Junaidi menyebut pihaknya terus berupaya agar anggaran tersebut bisa segera dialokasikan mengingat pentingnya akses jembatan ini bagi masyarakat.

“Kami usulkan terus, termasuk ke provinsi, cuma memang belum diberi lagi (anggarannya), belum dialokasikan. Kami tetap upayakan usulan-usulan itu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *