benuakaltim.co.id, BERAU – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mulai memasang kuda-kuda untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Kepala Dinas DTPHP Berau, Lita Handini, menegaskan langkah pencegahan ini sebenarnya telah dilakukan secara konsisten sejak jauh hari. Namun, mendekati momen Idul Adha, intensitas pengawasan terhadap hewan ternak yang masuk ke wilayah Berau semakin ditingkatkan.
Guna memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat, DTPHP Berau telah membentuk tim internal yang bertugas melakukan monitoring secara menyeluruh.
“Ada tim yang dibentuk oleh dinas, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan,” ujar Lita Handini saat memberikan keterangan pers, Senin (4/5/2026).
Tak bekerja sendiri, tim ini juga berkolaborasi dengan instansi terkait lainnya untuk memperkuat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah Aparat Kepolisian untuk pengawalan dan ketertiban dan Balai Karantina Hewan untuk memastikan legalitas dan kesehatan hewan dari daerah asal.
Lita menjelaskan, tim gabungan akan menyisir lokasi-lokasi penampungan hewan kurban. Pemeriksaan yang dilakukan pun tidak hanya sekadar fisik, tetapi juga melibatkan pengujian laboratorium.
“Mereka (tim) akan menyisir lokasi penumpukan hewan kurban untuk diambil sampel tes darah dan liurnya guna mendeteksi PMK,” jelas Lita.
Langkah proaktif ini diambil agar jika ditemukan hewan yang terjangkit, penanganan medis dapat segera dilakukan sebelum hewan tersebut dijual kepada masyarakat.
Meski Balai Karantina di daerah asal biasanya sudah melakukan sterilisasi sebelum hewan diberangkatkan, Lita mengingatkan adanya risiko penurunan kondisi kesehatan selama perjalanan jauh.
“Kadang risiko selama perjalanan itu kondisi hewan ternak bisa drop, sehingga rentan terkena penyakit,” tambahnya.
Oleh karena itu, DTPHP Berau menjamin bahwa seluruh hewan kurban yang beredar di pasar akan melewati pengawasan ketat tim ahli sebelum dinyatakan layak konsumsi bagi warga Berau. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






