Ratusan Paket Proyek Drainase di Berau Rampung Agustus? Ini Jawaban Blak-blakan Kabid SDA DPUPR

Ilustrasi gambar dengan menggunakan AI

benuakaltim.co.id, BERAU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau tengah tancap gas bersiap mengeksekusi ratusan paket proyek infrastruktur di bidang Sumber Daya Air (SDA) dalam waktu dekat.

Fokus utama pembangunan kali ini akan menyasar langsung ke area pemukiman warga hingga ke kampung-kampung.

Kepala Bidang SDA DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengungkapkan bahwa sektor drainase dan irigasi menjadi prioritas mutlak yang akan segera dilaksanakan.

“Masih drainase dan irigasi,” ujar Hendra saat dikonfirmasi mengenai arah kebijakan pembangunan SDA Berau dalam waktu dekat Sabtu (23/5/2026).

Tidak tanggung-tanggung, jumlah paket proyek yang akan digulirkan mencapai angka ratusan.

Berdasarkan data yang terbuka untuk publik, proyek-proyek ini sengaja difokuskan untuk memperbaiki fasilitas dasar masyarakat di wilayah pesisir maupun gang-gang pemukiman.

Baca Juga :  Transaksi Digital Digalakkan, TPI Berau Kini Berlakukan QRIS

Berikut adalah rincian paket proyek SDA Berau yang akan berjalan:

• Paket Drainase: 190 paket (termasuk jasa konsultan).
• Paket Irigasi: 74 paket.
• Normalisasi Sungai: Salah satunya menyasar daerah Rinding, meski dalam skala kecil.

Hendra menambahkan, data lengkap mengenai sebaran lokasi proyek ini sudah diunggah secara transparan dan dapat diakses oleh masyarakat luas melalui portal Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP.

“Data komplitnya ada di sana (SiRUP), portalnya terbuka aja. Drainase ada 190 paket termasuk konsultannya, irigasinya 74 paket. Saya tidak hafal satu per satu, tapi di sana lengkap,” jelas Hendra.

Baca Juga :  BKPSDM Berau Isyaratkan Tidak Ada Rekrutmen CPNS Tahun Ini

Mengingat banyaknya proyek drainase yang menyasar wilayah kampung dengan akses geografis yang menantang, muncul pertanyaan besar mengenai ketepatan waktu penyelesaian.

Berdasarkan target perencanaan, proyek-proyek tersebut diharapkan selesai pada bulan Agustus mendatang.

Namun, apakah target tersebut realistis di tengah potensi kendala pengiriman material ke lokasi kampung yang jauh?

Menanggapi hal tersebut, Hendra memberikan jawaban yang cukup realistis dan filosofis.

Ia mengingatkan bahwa data yang tertera di SiRUP merupakan sebuah proyeksi matang, namun di lapangan tentu ada dinamika tersendiri.

“Ada di, SiRUP ini kan kepanjangan dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan. Ada kata bijak manusia hanya bisa merencanakan, Tuhan juga yang menentukan,” seloroh Hendra sembari tertawa.

Baca Juga :  Polsek Teluk Bayur Ringkus 5 Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur

Meski begitu, pihak DPUPR Berau menegaskan berkomitmen penuh agar pengerjaan ini tidak molor sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas.

“Ya kita usahakanlah secepatnya bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi keterlambatan akibat pengiriman material dari ibu kota kabupaten (Tanjung Redeb) ke kampung-kampung terpencil, DPUPR Berau sudah menyiapkan strategi khusus.

Salah satunya adalah dengan memaksimalkan potensi material yang ada di sekitar lokasi proyek.

Namun, Hendra memberikan catatan tebal bahwa penggunaan bahan lokal tidak boleh menurunkan standar pembangunan yang sudah ditetapkan.

“Kalau bisa kita pakai material yang dekat (sekitar kampung). Tapi tetap harus memperhatikan kualitasnya juga,” pungkas Hendra menutup pembicaraan. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha