BBPJN Kaltim Observasi di Jalan Pendekat Jembatan Muara Lembak yang Amblas, Pengendara Ekstra Hati-hati

Kondisi jalan pendekat jembatan Muara Lembak yang amblas langsung dilakukan observasi oleh BBPJN Kaltim. (FOTO: BBPJN Kaltim)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Kondisi akses transportasi di Kecamatan Bengalon, khususnya pada ruas jalan pendekat Jembatan Muara Lembak, saat ini menjadi perhatian serius menyusul terjadinya penurunan badan jalan yang cukup signifikan.

Penurunan tersebut diduga dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir yang menyebabkan erosi pada struktur tanah di bawah pondasi jalan. Selain faktor cuaca, lalu lintas kendaraan berat yang kerap melintas di jalur tersebut juga disinyalir mempercepat kerusakan permukaan jalan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena ruas jalan tersebut merupakan jalur dengan intensitas lalu lintas yang cukup tinggi. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari atau saat kondisi cuaca buruk.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Musa Partogi, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan observasi terhadap kondisi pergerakan struktur abutmen Jembatan Muara Lembak.
“Saat ini kami sedang melakukan observasi terhadap pergerakan abutmen/penopang Jembatan Muara Lembak. Apabila dalam sedikitnya 10 hari ke depan tidak ditemukan kerusakan aktif pada dinding abutmen, maka akan dilakukan penanganan preventif terhadap bagian yang mengalami pergeseran serta perataan pada permukaan jalan yang mengalami penurunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah awal mitigasi juga telah dilakukan dengan pemasangan rambu peringatan di sisi awal dan akhir jembatan guna memberikan informasi kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas.
Dari pantauan di lapangan, penurunan aspal terlihat membentuk gelombang yang cukup kontras dengan elevasi jembatan. Kondisi ini dinilai berisiko bagi pengendara roda dua yang dapat kehilangan keseimbangan, sementara kendaraan roda empat berpotensi mengalami hentakan keras yang dapat berdampak pada bagian bawah kendaraan.
Selain itu, pihak terkait bersama unsur masyarakat setempat juga telah mengeluarkan imbauan kepada para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut. Pengendara diminta untuk mengurangi kecepatan dan melakukan pengereman secara bertahap sebelum memasuki area penurunan jalan.
“Kami menghimbau pengguna jalan agar mengurangi kecepatan saat melintasi Jembatan Muara Lembak, sehingga kondisi jalan yang tidak rata dapat terlihat dan dilalui dengan lebih aman. Tetap patuhi aturan lalu lintas, semoga semua pengguna jalan selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Rudy Mas’ud Persilakan DPRD Gunakan Hak Angket Sesuai Mekanisme

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha