Saluran Alam Kunci Persoalan Banjir dan Drainase Sumbat di Bedungun

Drainase yang berada di sekitaran Jalan Gatot Subroto dekat Kantor DPRD Berau tampak mengalami volume penuh air akibat hujan dan genangan tinggi. (Foto: HENDRA/PUPR BERAU)

benuakaltim.co.id, BERAU – Masalah banjir dan drainase sumbat di kawasan Bedungun, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tampaknya belum akan usai dalam waktu dekat.

Kendati mendesak, keterbatasan anggaran daerah memaksa pemerintah memutar otak untuk memprioritaskan titik yang paling krusial.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau, Hendra Pranata, mengungkapkan kunci utama penanganan banjir di Bedungun adalah dengan mengembalikan fungsi saluran alam.

Saluran tersebut selama ini menjadi urat nadi alias saluran primer bagi tiga sistem Sub-Daerah Aliran Sungai (Sub-DAS) di wilayah tersebut.

Baca Juga :  DPUPR Berau Pastikan Jembatan Gunung Sari Masih Aman, Usulan Permanen Belum Teranggarkan

“Saluran primernya sudah tidak sanggup lagi mengalirkan air dari hulu yang terdampak akibat adanya pembukaan lahan,” ujar Hendra saat dihubungi, Sabtu (30/5/2026).

Berdasarkan kajian Masterplan Drainase Kota tahun 2024, Hendra menjelaskan penyelesaian masalah ini membutuhkan pembangunan saluran primer baru yang cukup panjang dan lebar agar aliran air kembali lancar.

“Paling tidak butuh kelanjutan pembangunan sekitar 700-an meter untuk bikin saluran primer. Lebarnya minimal banget 4 meter berdasarkan kajian masterplan,” jelas Hendra.

Ketika ditanya mengenai estimasi total anggaran yang dibutuhkan untuk menuntaskan proyek berskala besar ini, Hendra enggan membeberkan angka pasti.

Baca Juga :  Pabrik Kertas Nusantara Bakal Beroperasi Kembali 

Ia mengakui kondisi keuangan daerah saat ini sedang tidak berpihak pada proyek-proyek infrastruktur besar.

“Lumayan (besar) sih itu. Saya tidak berani menghitung soalnya keuangan lagi susah. Anggaran kita sedang defisit saat ini,” tambahnya.

Meskipun diterpa defisit anggaran, Hendra memastikan pemerintah tidak tinggal diam.

“Langkah darurat berupa normalisasi saluran air dipastikan tetap berjalan pada tahun anggaran ini demi mengurangi dampak luapan air,” imbuhnya.

Ia menegaskan proses perencanaan normalisasi ini sempat mengalami kendala teknis dan tertunda akibat adanya fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca Juga :  APAR Cuma Jadi Pajangan, Disdamkarmat Soroti Lemahnya Proteksi Kebakaran di Berau

Namun kata dia PUPR Berau menargetkan pengerjaan fisik dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

• Target Durasi Kerja: Paling lama sekitar 2 bulan.
• Fokus Titik Utama: Kawasan di depan Kantor DPRD Berau.

“Tahun ini ada (normalisasi). Untuk sementara, fokusnya kita pusatkan di titik depan Kantor DPRD dulu. Sebenarnya ada beberapa titik lain, tapi itu dulu yang jadi fokus utama,” pungkas Hendra. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha