benuakaltim.co.id, BERAU– Pelayanan penyakit jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, Kabupaten Berau, terus menjadi sorotan. Bagaimana tidak, setiap harinya instalasi poliklinik jantung di rumah sakit ini selalu dipadati oleh puluhan pasien yang membutuhkan penanganan medis.
Direktur RSUD Abdul Rivai, Jusram, mengungkapkan secara kuantitas, jumlah kunjungan pasien yang mengalami masalah jantung terbilang sangat tinggi untuk ukuran rumah sakit daerah.
“Kami punya pasien jantung itu di poli saja, setiap hari bisa mencapai 30 orang pasien sehari. Itu yang antre di poli,” ujar Jusram saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).
Meskipun animo masyarakat tinggi, Jusram mengakui pihaknya masih menghadapi kendala besar dalam memberikan pelayanan yang paripurna.
Jusram menjelaskan, dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), RSUD Abdul Rivai sebenarnya sudah memiliki tiga orang dokter spesialis jantung. Jumlah ini dinilai sudah sangat ideal dan cukup untuk memenuhi standar rumah sakit kelas C.
Kendala utamanya bukan pada ketersediaan dokter, melainkan pada fasilitas peralatan medis yang belum memadai untuk melakukan tindakan medis tingkat lanjut. RSUD Abdul Rivai baru sebatas mampu melakukan pemeriksaan awal dan penegakan diagnosis penyakit jantung.
Rumah sakit belum memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan intervensi agresif, seperti pemasangan cincin jantung (Percutaneous Coronary Intervention/PCI) dan angiografi. Akibat keterbatasan ini, pasien yang membutuhkan penanganan darurat atau pemasangan cincin terpaksa harus dirujuk ke luar daerah, seperti ke Samarinda atau Balikpapan.
Untuk mengatasi ketertinggalan ini, manajemen RSUD Abdul Rivai tengah menyusun strategi besar. Salah satu dokter spesialis jantung mereka bahkan telah diberangkatkan ke China untuk menempuh pendidikan lanjutan.
“Mudah-mudahan tahun depan (2027) sudah kembali. Kami juga masih menunggu bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang rencananya terealisasi tahun depan,” tambah Jusram.
Tidak hanya fokus pada penyakit jantung, RSUD Abdul Rivai saat ini tengah memprioritaskan pengembangan tiga layanan medis krusial demi menekan angka rujukan pasien ke luar daerah.
Berikut adalah tiga program prioritas yang sedang digenjot oleh manajemen RSUD Abdul Rivai:
1. Optimalisasi Layanan Cuci Darah (Hemodialisis).
Pihak rumah sakit berencana menambah mesin cuci darah dalam waktu dekat. Ruangan bekas Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang lama akan dialihfungsikan menjadi ruang hemodialisis baru. Proyek renovasi ini ditargetkan rampung dan bisa digunakan dalam waktu 3 bulan ke depan.
2. Pembukaan Layanan Kemoterapi
Untuk pasien penderita kanker, RSUD Abdul Rivai sedang mempersiapkan layanan kemoterapi mandiri. Saat ini, dokter yang bertugas sedang menjalani pelatihan khusus dan dijadwalkan kembali bulan depan untuk segera menyusun program kerja kemoterapi.
3. Peningkatan Layanan Jantung Terpadu
Peningkatan kapasitas SDM lewat sekolah ke luar negeri dan pengadaan alat PCI dari Kemenkes diproyeksikan akan membuat RSUD Abdul Rivai mampu melakukan pemasangan cincin jantung secara mandiri pada tahun 2027.
Jusram berharap, dengan terealisasinya ketiga layanan prioritas ini, masyarakat Berau tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya besar ke Samarinda atau Balikpapan hanya untuk mendapatkan perawatan medis kritis. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






