DLHK Berau Siapkan Kawasan Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Ekonomi Berkelanjutan

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU– Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau tengah menggodok sebuah rencana besar yang diproyeksikan mengubah masa depan pengelolaan sampah di daerah tersebut hingga tahun 2045. Sampah yang selama ini menjadi momok, nantinya akan disulap menjadi kekuatan ekonomi baru berbasis berkelanjutan.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengungkapkan konsep masa depan (future) ini dirancang untuk mengatasi permasalahan sampah secara tuntas sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi.

“Sampah menjadi kekuatan ekonomi lagi. Tapi tentu itu kita perlu dukungan dana yang besar dan dukungan semua pihak,” ujar Zulkifli saat ditemui beberapa waktu lalu, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga :  Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Berau Meningkat, Polres Perkuat Penanganan Korban

Sebagai langkah awal, DLHK Berau telah mengundang berbagai pihak lintas lini, mulai dari Ketua DPRD Berau hingga para pelaku usaha dan perusahan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau untuk menyatukan visi dan memberikan dukungan. Dalam rencana besar tersebut, Berau akan memiliki sebuah Kawasan Pengelolaan Sampah Terpadu yang berkelanjutan.

Menariknya, pihak swasta juga turut andil dan bergerak cepat. Diketahui, terdapat rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) oleh pihak swasta di daerah Sambaliung yang akan menjadi embrio dari proyek besar ini.

Baca Juga :  Disbudpar Berau Targetkan Festival Bekudung Betiung Masuk Karisma Event Nusantara 2027

Zulkifli menegaskan, pemerintah daerah sangat menyambut baik iklim investasi tersebut karena dinilai mampu meringankan beban pemerintah dalam menangani volume sampah yang terus meningkat.

“Bagaimana cara kerjanya nanti, kita saling menguntungkanlah antara pemerintah dan swasta. Ending-nya sampah itu bisa terkelola dan menjadi faktor pendukung ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Salah satu yang menjadi sorotan dalam konsep kawasan ini adalah rencana pengadopsian teknologi pengolahan sampah canggih yang sempat dipaparkan oleh PT Juno. Teknologi ini diklaim mampu memilah sampah secara otomatis tanpa perlu campur tangan manual yang rumit.

Dengan sistem ini, sampah yang diangkut ke fasilitas akan langsung masuk ke dalam mesin otomatis untuk dipilah berdasarkan jenisnya. Sistem mutakhir seperti ini diketahui sudah sukses diterapkan di beberapa negara maju.

Baca Juga :  90 Persen Nelayan Balikukup Masih Dikuasai Tengkulak, DPRD Usulkan Kampung Nelayan Merah Putih

Zulkifli optimistis, jika teknologi dari PT Juno ini berhasil dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam Kawasan Pengelolaan Sampah Terpadu di Sambaliung, Berau tidak hanya akan mandiri secara ekonomi dari sektor sirkular, tetapi juga bertransformasi menjadi daerah yang bersih.

“Saya yakin kalau itu bisa dikembangkan di daerah kita, maka kita menjadi kawasan yang bersih,” tutup Zulkifli.(*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha