benuakaltim.co.id, BERAU — Pulau Maratua, salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, ternyata masih bergulat dengan masalah blank spot atau ketiadaan sinyal internet yang memadai.
Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Berau, Rahmatia, mengungkapkan pemerintah daerah sebenarnya sudah berupaya maksimal untuk mengatasi persoalan ini dengan menggandeng Kementerian Kominfo serta berbagai penyedia layanan telekomunikasi (provider), namun hasilnya belum juga optimal.
“Kita semua menginginkan supaya tidak ada lagi blank spot. Tapi kami dari Dinas Kominfo sudah berusaha berkomunikasi ke Kementerian Kominfo juga ke setiap provider, tapi sampai sekarang hasilnya belum maksimal,” ujar Rahmatia dalam keterangannya Selasa (13/10/2026).
Rahmatia menjelaskan, letak geografis Pulau Maratua yang terisolasi di kepulauan luar membuat pembangunan infrastruktur telekomunikasi menjadi sangat sulit dan terbatas.
Pembangunan fiber optic (FO) harus melewati jalur laut yang panjang. Begitu pula jika ingin membangun jaringan satelit melalui VSAT, sinyal harus ditembak terlebih dahulu dari Pulau Derawan sebelum bisa mencapai Maratua.
Akibat kendala geografis tersebut, layanan Wi-Fi gratis di Maratua pun sangat terbatas. Saat ini, hanya tersedia 30 titik Wi-Fi gratis, di mana 10 titik di antaranya mengandalkan jaringan radio yang dibangun mandiri oleh Diskominfo Berau.
“Kami bangun sendiri tower di ibu kota Kecamatan Pulau Derawan, yaitu di Tanjung Batu, satu tower terus ditembakkan ke Pulau Derawan, kemudian dibangun lagi satu tower di Maratua sehingga bisa mendapatkan jaringan yang juga terbatas,” jelasnya.
Demi mencari solusi cepat, Diskominfo Berau kini tengah mengupayakan kerja sama dengan instansi lain serta pihak swasta.
“Salah satu langkah yang ditempuh adalah melirik tower milik Polda Kaltim yang berada di Kampung Teluk Harapan,” tegasnya.
Pihaknya telah mencoba berkomunikasi dengan Polda Kaltim apakah tower tersebut yang selama ini hanya dipakai untuk komunikasi internal radio kepolisian bisa dimanfaatkan untuk perluasan jaringan internet.
“Selain itu, Diskominfo Berau juga melirik PT XL Axiata Tbk (XL) karena kualitas jaringan XL dinilai sangat bagus di Pulau Derawan,” ungkapnya.
Pihaknya berharap jaringan tersebut dapat diperluas hingga ke Maratua. Baik pihak Polda maupun XL disebut telah sepakat dan berencana melakukan survei, kendati pusat XL di Jakarta sempat menyarankan agar Diskominfo berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kementerian Kominfo untuk mendapatkan rekomendasi dan pertimbangan teknis lebih lanjut.
“Diskominfo Berau juga telah merampungkan proposal pengajuan anggaran ke Kementerian Kominfo dan berharap dukungan penuh dari para anggota dewan agar usulan penambahan titik jaringan internet ini bisa segera masuk dalam APBN,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






