benuakaltim.co.id, BERAU – Festival Film Pelajar Berau (FFPB) resmi digelar sebagai ruang belajar dan apresiasi karya film bagi pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Berau.
Sekretaris FFPB dan produser, Risna Herjayanti mengatakan, kegiatan perdana ini akan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 11–12 Februari 2026, di Platinum Cineplex Berau, mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WITA.
Festival ini berawal dari inisiatif seorang guru Seni Budaya di SMAN 2 Berau yang mencari alternatif tugas akhir bagi siswa kelas XII setelah adanya perubahan kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Film pendek kemudian dipilih sebagai medium yang dinilai relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini dan masa depan.
“Inspirasi awalnya dari kebingungan saya sebagai guru yang harus mencari wadah baru untuk menyalurkan minat dan bakat siswa. Film pendek terasa paling dekat dengan dunia mereka,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Gagasan tersebut kemudian berkembang melalui kolaborasi dengan Garry Cantona, sineas lokal yang aktif memproduksi film pendek dan kerap menjadi juri Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kabupaten.
Kolaborasi semakin kuat karena Garry Cantona juga membina ekstrakurikuler film di SMP Negeri 1 Sambaliung. Selain sebagai bagian dari pembelajaran, Festival Film Pelajar Berau juga lahir dari keresahan akan minimnya ruang diskusi isu sosial, perubahan budaya akibat modernisasi, pergaulan remaja, hingga persoalan ekonomi.
Melalui film, para pelajar diajak menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial. Penyelenggara menegaskan, Festival Film Pelajar Berau bukanlah ajang perlombaan. Kegiatan ini lebih menekankan proses belajar sinema dan apresiasi terhadap karya film pelajar.
Pada pelaksanaan perdana, dua sekolah terlibat, yakni SMP Negeri 1 Sambaliung
dan SMA Negeri 2 Berau.
“Ini bukan kompetisi. Ini ruang belajar dan wahana apresiasi. Harapannya, kegiatan ini bisa menghidupkan ekosistem film di Berau dan memantik keterlibatan sekolah lain, komunitas, hingga pemerintah,” ucapnya.
Pemilihan pelajar sebagai subjek utama festival didasari keinginan memberikan pengalaman utuh tentang proses produksi film, dari tahap awal hingga akhir. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal saat siswa melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja, seiring tuntutan zaman yang semakin membutuhkan kemampuan produksi konten visual.
Ke depan, Festival Film Pelajar Berau diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi ruang kolaborasi yang lebih luas. Penyelenggara juga berharap festival ini menjadi ajang apresiasi bagi film-film indie serta melahirkan sineas muda berbakat dari Berau.
“Semoga festival ini berumur panjang dan menjadi ruang belajar yang konsisten bagi pelajar untuk menggali ide, menulis cerita, dan menuangkannya dalam bahasa sinema,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






