SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, meninjau sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (2/11/2026).
Tak sendiri, Reza didampingi Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sayid Muzziburachman. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan penanganan longsor dan rekonstruksi jalan berjalan sesuai spesifikasi, standar kualitas, serta memperhatikan keselamatan pengguna jalan.
Lokasi pertama yang dikunjungi berada di Kelurahan Dondang, tepatnya pada proyek penanganan turap longsor di jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Sanga-Sanga dan Muara Jawa.
Longsor yang terjadi beberapa bulan lalu dipicu tergerusnya kawasan perbukitan dan area pertambangan. Kondisi tersebut berdampak pada badan jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.
Reza mengatakan, Komisi III DPRD Kaltim turun langsung untuk melihat pelaksanaan pekerjaan sekaligus memastikan kualitas pembangunan sesuai standar yang ditetapkan.
“Progres pekerjaan saat ini kurang lebih 62 persen. Kita harapkan pekerjaan ini bisa cepat selesai, tepat waktu, kemudian kualitasnya juga lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, pekerjaan infrastruktur jalan tidak boleh mengabaikan keselamatan masyarakat. Terlebih, lokasi proyek merupakan jalur yang masih digunakan pengguna jalan untuk beraktivitas.
“Kita harapkan dalam pelaksanaan kegiatan ini tidak mengesampingkan akses ataupun juga unsur keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Sementara itu, PPK Pembangunan Jalan Turap/Talud/Bronjong Jalan Jembatan Sanga-Sanga-Dondang, Hendri Wisnu Winata, menjelaskan bahwa pekerjaan penanganan longsoran di titik pertama telah mencapai progres 62 persen.
Sedangkan pada titik kedua, pekerjaan masih berfokus pada pemasangan plat.
“Semoga pekerjaan ini tuntas sesuai kontrak tanggal 29 November 2026,” jelas Hendri.
Selain penanganan longsor, Reza juga meninjau pekerjaan peningkatan badan jalan yang menghubungkan Kecamatan Muara Jawa dengan Kecamatan Samboja.
Proyek tersebut masih berada pada tahap awal pelaksanaan dengan progres hampir 10 persen.
Menurut Reza, keterlambatan pelaksanaan lelang yang berujung pada penandatanganan kontrak pada 5 Oktober 2026 menjadi salah satu faktor yang memengaruhi progres pekerjaan.
Meski demikian, ia berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dan segera difungsikan untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Pada lokasi lainnya, Reza turut meninjau proyek rekonstruksi jalan Dondang-Simbang-Samboja.
PPK Rekonstruksi Jalan Dondang-Muara Jawa, Rudy Apriyanto, menyampaikan bahwa progres pekerjaan saat ini mencapai 8,49 persen.
Ia mengatakan, sejauh ini belum terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Insya Allah awal Desember sudah tuntas. Kontrak kita berakhir 31 Desember 2026. Harapan kami bisa selesai sebelum akhir kontrak, mudah-mudahan cuaca juga mendukung,” ungkap Rudy.
Reza berharap seluruh proyek infrastruktur yang ditinjau dapat berjalan sesuai target, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kualitas jalan dan penanganan longsor menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas antarkecamatan, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Muara Jawa dan Samboja. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






