benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH), mengingatkan pihak-pihak yang kerap memainkan isu di media sosial agar tidak terus memicu kegaduhan dengan narasi yang dinilai tidak berdasar.
Ia menilai, sejumlah informasi yang beredar di ruang digital sering kali dipaksakan untuk membentuk opini negatif di tengah masyarakat. Bahkan, menurutnya, ada upaya mengaitkan isu yang tidak relevan satu sama lain.
“Kaya rumah dinas itu direhab sebelum saya tempati. Ya itu terlalu memaksakan diri. Saya mohon kepada yang suka goreng isu sadarlah, tobatlah,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Andi Harun menyebut, pola penggiringan opini semacam ini kerap mengikuti tren tertentu, dengan membandingkan isu di satu tempat dengan daerah lain tanpa dasar yang sepadan.
“Tapi itu tidak apple to apple kalau mau giring opini atau isu, apa yang terjadi di sana kemudian mau giring lagi di sini. Kan gitu trennya kan? ada isu mobil di sana, di sini juga isu mobil, ada rumah dinas,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menyaring informasi, khususnya dari akun media sosial yang tidak mengedepankan prinsip jurnalistik.
“Kalau kepentingannya untuk rakyat banyak kita sangat hargai karena masyarakat berhak tahu atas segala kebijakan. Tapi kalau didesain untuk menggoreng sesuatu agar tiap saat muncul isu yang membuat keresahan, saya kira patut masyarakat untuk mencermati akun-akun itu,” tegasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan. Namun, masyarakat diharapkan tetap bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Kritisi terus pemerintah, tapi tolong juga menggunakan analisis terhadap medsos-medsos tertentu itu. Jangan sampai medsos ini berniat membuat kekacauan atau kegaduhan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






