benuakaltim.co.id, BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau tengah bersiap mengambil langkah besar untuk mendongkrak pariwisata daerah ke panggung nasional. Tidak tanggung-tanggung, ajang festival budaya tahunan yang baru saja digelar di Berau dibidik untuk bisa lolos masuk dalam kalender bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun ini.
KEN sendiri merupakan program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI yang dikomandoi oleh Sandiaga Uno untuk menyaring event-event terbaik dari seluruh Indonesia.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengungkapkan setelah melakukan penilaian mendalam, festival budaya yang rutin digelar sejak tahun 2022 atau 2023 ini dinilai telah memenuhi seluruh kriteria kelayakan untuk bersaing di tingkat nasional.
“Setelah kami nilai, ternyata festival ini bisa masuk seperti apa yang disampaikan Pak Wabup tadi, yaitu Kharisma Event Nusantara (KEN). Saya sudah pelajari semua persyaratannya, dan insyaallah ini terpenuhi,” ujar Yudha, Jumat (26/6/2026).
Langkah cepat langsung diambil oleh pihak Disbudpar. Yudha menegaskan, setelah rangkaian acara ini ditutup, pihaknya akan segera menggelar rapat evaluasi bersama panitia penyelenggara.
Disbudpar Berau akan mulai mengumpulkan data-data krusial, mulai dari laporan tertulis, dokumentasi, jumlah perputaran omset UMKM, jumlah stan, hingga total kunjungan wisatawan yang datang menikmati berbagai perlombaan khas seperti balap perahu, panjat piruwai, dan sumpit.
Data-data tersebut menjadi dokumen pendukung wajib karena proses pendaftaran KEN dilakukan secara online dan memerlukan bukti fisik yang lengkap.
“Pendaftaran KEN dibuka sampai tanggal 2 Agustus mendatang untuk pelaksanaan tahun depan. Anggaran stimulus sebesar 40 jutaan juga sudah kami siapkan untuk mendukung kegiatan ini. Kami benar-benar akan memonitor dan mengevaluasi agar dokumennya lengkap,” tambah Yudha.
Yudha tidak menampik persaingan untuk menembus KEN sangatlah ketat karena harus berkompetisi dengan lebih dari 400 kabupaten kota di seluruh Indonesia. Saat ini, di Kalimantan Timur baru ada tiga event yang berhasil lolos masuk kalender nasional tersebut.
Oleh karena itu, Disbudpar Berau juga berencana menggandeng konsultan pendamping agar peluang lolos semakin besar. Jika berhasil masuk dalam KEN, keuntungan besar dipastikan akan mengalir ke Kabupaten Berau.
“Kalau sudah lolos KEN, insyaallah Kemenparekraf juga akan menjadikan ini sebagai agenda nasional. Bantuan (anggaran dan promosi) dari pusat pun dipastikan akan datang ke Berau,” pungkas Yudha optimistis.
Melalui program ini, Yudha berharap setiap kampung di Berau yang memiliki hari jadi atau festival budaya dapat terus mempertahankan, melestarikan, dan memperkenalkan filosofi budaya mereka kepada generasi penerus secara berkelanjutan. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






