Subroto Sebut Keterbatasan Fiskal Jadi Penyebab Penanganan Gang Lamban

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU– Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto memastikan, lambannya penanganan berbagai gang di kecamatan karena terhambat sistem penganggaran yang dialokasikan. Khususnya ke Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim).

Dalam pertemuan yang digelar beberapa waktu lalu, pihak DPRD mendapat kesimpulan yang menjadi faktor berbagai gang atau lorong sulit untuk ditangani dengan baik. Baik dari pembenahan jalan maupun pembangunan gang dan drainase. Dikarenakan, pengerjaan masih menggunakan skema pengadaan langsung (PL). Sehingga dalam pelaksanaannya, nilai maksimum (plafon) dinilai kecil untuk mengoptimalkan seluruh pengerjaan hingga rampung.

Baca Juga :  PSI Berau Targetkan 200 Ribu Anggota, Perkuat Mesin Politik Menuju 2029

Walaupun volume dan ukurannya tidak terlalu besar. Namun dengan skema penganggaran tersebut, pihak dinas tidak dapat berbuat banyak. Belum lagi, pengerjaan yang kerap kali terbagi. Antara Disperkim dengan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Baca Juga :  Perkuat Pembinaan Warga Binaan, Rutan Tanjung Redeb Gandeng Sejumlah OPD di Pemkab Berau

“Pengerjaan jadinya terputus-putus, tidak bisa hingga selesai keseluruhan, jadi kalau bisa dibilang memang masalahnya ada di keterbatasan fiskal, bukan dinas,” katanya, Kamis (9/7/2026).

Politisi Golkar tersebut mempunyai saran, agar skema PL yang giat dikerjakan Disperkim untuk penanganan gang bisa berlangsung maksimal. Yakni, dengan penggabungan paket pekerjaan kecil yang lokasinya berdekatan. Paket tersebut dapat disatukan dalam skema lelang yang lebih besar. Apabila masuk ke sistem tender atau lelang, dirinya menyebut, realisasi fisik bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

Baca Juga :  Labuan Cermin Ditinjau Tim Verifikasi Geopark Sangkulirang Mangkalihat Menuju Geosite Nasional

“Proyek juga dapat selesai dalam satu tahun anggaran tanpa menunggu Anggaran Belanja Tambahan (ABT),” singkatnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha