benuakaltim.co.id, Samarinda – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II terus melaksanakan pekerjaan preservasi pada ruas Sp. 3 Muara Wahau–Batas Berau/Kutai Timur–Kelay guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Ruas Sp. 3 Muara Wahau–Batas Berau/Kutai Timur–Kelay dengan nilai kontrak sekitar Rp203 miliar. Kontrak pekerjaan dimulai pada 17 Desember 2025 dan dibiayai melalui APBN-SBSN Tahun Anggaran 2025, 2026, dan 2027.
Paket pekerjaan memiliki panjang efektif penanganan sekitar 17,2 kilometer yang meliputi rekonstruksi jalan, rehabilitasi jalan, penanganan longsoran, pemeliharaan berkala jembatan, hingga pemeliharaan rutin jalan.
Selain melaksanakan pemeliharaan rutin berupa penutupan lubang, pada pekan ini tim juga melakukan pekerjaan rekonstruksi di STA 27+950 yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Berau dan Kutai Timur.
Di titik tersebut dilakukan perbaikan alinyemen horizontal jalan dengan menggeser posisi as jalan sekitar dua meter ke arah kanan. Langkah tersebut diambil untuk menghindari bahu jalan yang mengalami longsor sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dan geometrik jalan.
Saat ini, pekerjaan galian lereng masih terus berlangsung sebagai bagian dari proses penyesuaian trase jalan baru. Perubahan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat karena dinilai mampu mengurangi potensi kerusakan jalan akibat longsoran.
PPK 2.5 BBPJN Kalimantan Timur, Syafrizal Haris, mengatakan pergeseran as jalan merupakan solusi teknis yang dipilih setelah mempertimbangkan kondisi lapangan serta aspek keselamatan pengguna jalan.
“Di lokasi ini terdapat potensi longsoran pada sisi bahu jalan. Karena itu, kami melakukan penyesuaian alinyemen horizontal dengan menggeser as jalan sekitar dua meter ke arah kanan agar badan jalan berada pada area yang lebih stabil. Dengan penanganan ini, diharapkan keselamatan pengguna jalan semakin meningkat dan umur layanan jalan menjadi lebih panjang,” ujarnya.
Menurut Syafrizal, pekerjaan preservasi tidak hanya berfokus pada perbaikan kerusakan jalan, tetapi juga mengantisipasi potensi kerusakan yang dapat terjadi di kemudian hari.
“Penanganan yang kami lakukan merupakan upaya preventif agar ruas nasional ini tetap berfungsi optimal sebagai jalur penghubung antardaerah. Kami bersyukur masyarakat memberikan dukungan terhadap pekerjaan ini sehingga proses di lapangan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan selama pekerjaan berlangsung dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang di sekitar lokasi proyek.
“Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat melintasi lokasi pekerjaan. Kurangi kecepatan kendaraan, patuhi rambu-rambu yang telah dipasang, dan ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tutup Syafrizal.
BBPJN Kalimantan Timur menargetkan seluruh tahapan pekerjaan preservasi pada ruas Sp. 3 Muara Wahau–Batas Berau/Kutai Timur–Kelay dapat berjalan sesuai jadwal sehingga konektivitas dan keselamatan pengguna jalan nasional di wilayah tersebut terus meningkat. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Endah Agustina






