Meet Up Abissia Bike, Malam Sederhana yang Menghidupkan Semangat Bersepeda di Tanjung Redeb

Keseruan Bike Party dan Meet Up di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb pada Jumat malam (17/7/2026).(DOK: ABISSIA BIKE)

benuakaltim.co.id, BERAU – Bike Party dan Meet Up yang digelar Abissia Bike tidak dipadati ratusan pesepeda. Namun, di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb pada Jumat malam (17/7/2026), sepeda kembali menjadi alasan sederhana bagi orang-orang untuk bertemu, bermain, dan melepas penat dari rutinitas harian.

Ada banyak alasan seseorang keluar rumah pada Jumat malam. Sebagian mencari kopi, sebagian mencari keramaian, dan sebagian lainnya mungkin sedang mencari alasan agar tidak ditanya kapan menikah.

Malam itu, Abissia Bike menggelar Bike Party & Meet Up sebagai bagian dari rangkaian Berau Healing Fest. Acara dimulai pukul 19.00 WITA dan terbuka untuk siapa saja. Pesepeda yang datang malam itu memang tidak membludak. Tidak sampai membuat jalanan Tanjung Redeb macet atau membuat panitia kebingungan mencari lahan parkir sepeda.

Baca Juga :  Nelayan Malaysia Bebas Jarah Hiu Derawan, Pemkab Berau Cuma Bisa Pasrah

Namun, ukuran sebuah pertemuan rupanya tidak selalu harus dihitung dari seberapa penuh sebuah tempat. Bike Party dan Meet Up bukan hanya perkara duduk dan berbincang tentang sepeda. Panitia juga menyiapkan sejumlah permainan yang terbuka bagi siapa saja, mulai dari Track Stand, Wheelie, hingga Fun Contest Freehub.

Track Stand menguji kemampuan peserta mempertahankan keseimbangan di atas sepeda tanpa bergerak maju. Kelihatannya sederhana. Toh, hanya perlu diam. Masalahnya, diam di atas sepeda ternyata tidak semudah diam ketika ditanya soal target hidup.

Roda yang sedikit bergeser, kaki yang mulai gemetar, atau rasa gugup karena ditonton orang lain bisa membuat peserta kehilangan keseimbangan. Mereka yang bertahan paling lama mendapat hadiah. Sementara yang gagal tetap memperoleh sesuatu yang tidak kalah penting: bahan tertawaan bersama.

Baca Juga :  DPRD Berau Desak Hukuman Berat bagi Pelaku Perburuan Hiu Ilegal di Kawasan Konservasi

Ada pula lomba wheelie bagi mereka yang cukup percaya diri mengangkat roda depan. Peserta tidak hanya membutuhkan teknik, tetapi juga keberanian. Sebab, wheelie memang terlihat keren saat berhasil, tetapi bisa berubah menjadi pertunjukan komedi ketika keseimbangan mulai hilang.

Permainan-permainan tersebut sengaja dibuat ringan. Tidak ada tuntutan untuk tampil sempurna. Orang boleh mencoba, gagal, lalu tertawa bersama peserta lain. Suasana seperti itulah yang ingin dibangun Abissia Bike. Bukan kompetisi yang terlalu serius, melainkan pertemuan yang membuat sepeda terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Hadiah dan permainannya hanya pemantik. Yang lebih penting sebenarnya orang-orang bisa bertemu. Dari yang awalnya cuma saling lihat ketika berpapasan di jalan, akhirnya bisa duduk dan kenalan,” tutur Sigit, Perwakilan dari Abissia Bike, Senin (20/7/2026).

Baca Juga :  Polisi Grebek Rumah IRT di Kelurahan Gayam yang Diduga Jadi Tempat Transaksi Sabu

Bike Party & Meet Up malam itu akhirnya berlangsung tanpa banyak kerumitan. Tidak ada seremoni panjang. Tidak ada jarak antara peserta dan penyelenggara. Orang-orang datang, bermain, makan, lalu mengobrol.

Sigit mengakui jumlah peserta memang tidak ramai. Namun, selama masih ada orang yang mau datang, membawa sepeda, dan membuka percakapan dengan orang lain, menurutnya tujuan sederhana Bike Party sudah tercapai.

Pada akhirnya, Bike Party dan Meet Up menjadi pengingat bahwa kegiatan bersepeda tidak harus selalu berakhir dengan podium, medali, atau catatan waktu terbaik. Kadang, mengayuh hanya perlu berakhir di sebuah lapangan, bertemu orang-orang, membeli jajanan lokal, lalu tertawa bersama. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha