Tingkatkan Keselamatan dan Kesejahteraan Masyarakat, BBPJN Kaltim Gencarkan Pemeliharaan Rutin dan Penambalan Jalan

Suasana penambalan jalan (patching) di Simpang Perdau–Muara Lembak–Sangkulirang oleh BBPJN Kaltim. (FOTO: Aditya Setiawan/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 2.3 terus mengintensifkan kegiatan pemeliharaan rutin di ruas nasional Simpang Perdau–Muara Lembak–Sangkulirang. Salah satu pekerjaan yang saat ini diprioritaskan yakni penambalan lubang (patching) guna menjaga kondisi jalan tetap mantap dan aman dilalui masyarakat.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi perkerasan jalan yang mengalami kerusakan akibat tingginya volume kendaraan, terutama angkutan berat, serta pengaruh cuaca yang mempercepat penurunan kualitas lapisan aspal.

PPK 2.3 BBPJN Kalimantan Timur, Musa Partogi, mengatakan pemeliharaan rutin menjadi langkah strategis untuk mempertahankan tingkat pelayanan jalan nasional sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga :  Rudy Mas'ud Soroti Jalan Rusak ke Berau

“Pemeliharaan rutin melalui pekerjaan patching kami lakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kondisi jalan tetap laik fungsi. Dengan penanganan yang cepat, kerusakan tidak berkembang menjadi lebih besar sehingga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terus terjaga,” ujar Musa Partogi.

Menurutnya, pekerjaan penambalan tidak dilakukan secara sederhana, tetapi mengikuti standar teknis agar hasil perbaikan memiliki daya tahan yang optimal. Setiap titik kerusakan terlebih dahulu diukur dan dipotong menggunakan metode box cut sehingga memiliki batas yang rapi. Setelah itu area dibersihkan dari debu dan material lepas sebelum dilakukan penyemprotan bahan perekat (tack coat) agar aspal baru menyatu dengan lapisan lama.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltim Mulai Salurkan Program Gratispol Seragam, Tiga Sekolah Jadi Tahap Perdana

Selanjutnya, campuran aspal dihampar sesuai dimensi kerusakan yang telah diukur, kemudian dipadatkan menggunakan alat berat hingga mencapai tingkat kepadatan sesuai spesifikasi teknis.

“Kami memastikan setiap tahapan pekerjaan diawasi secara ketat, mulai dari pengukuran, penghamparan hingga proses pemadatan. Dengan metode tersebut, hasil patching diharapkan lebih kuat dan tidak mudah mengalami kerusakan kembali,” jelasnya.

Selain penambalan jalan, tim pemeliharaan juga melakukan pembersihan bahu jalan dan saluran drainase di sekitar lokasi pekerjaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah genangan air yang menjadi salah satu penyebab utama kerusakan perkerasan jalan.

Musa menambahkan, keberadaan jalan nasional yang mantap memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik di wilayah Kutai Timur.

Baca Juga :  Preservasi Ruas Maluang–Usiran–Tanjung Batu Berlanjut, BBPJN Kaltim Prioritaskan Overlay Aspal hingga Perbaikan Drainase

“Jalan yang terpelihara dengan baik akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi keselamatan berkendara, kelancaran distribusi barang maupun efisiensi waktu tempuh. Karena itu, kegiatan preservasi akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Selama pekerjaan berlangsung, BBPJN Kalimantan Timur mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan saat melintasi area kerja, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

BBPJN Kaltim juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melaporkan apabila menemukan kerusakan pada ruas jalan nasional sehingga dapat segera ditindaklanjuti melalui program pemeliharaan rutin. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha