Pemprov Kaltim Siapkan Ekonomi Daerah Lepas dari Ketergantungan Batu Bara

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (Foto: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong masuknya investasi baru sebagai upaya memperkuat struktur ekonomi daerah yang selama ini masih didominasi sektor pertambangan. Langkah tersebut dilakukan dengan memberikan kemudahan perizinan sekaligus memperluas peluang investasi di berbagai sektor potensial.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memberikan pelayanan yang cepat dan tidak menghambat proses investasi.
Menurutnya, kemudahan berusaha menjadi salah satu faktor penting untuk menarik minat investor menanamkan modal di Benua Etam.

“Mari tingkatkan investasi dan kemudahan berusaha. Tolong dinas-dinas terkait jangan investasi dibikin sulit. Tolong buat mudah orang berinvestasi,” ujar Rudy Mas’ud di Samarinda.

Ia menilai, ketergantungan ekonomi terhadap komoditas batu bara tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Sebab, industri tersebut sangat dipengaruhi dinamika pasar global maupun kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Proyeksi APBD Kaltim 2027 Turun Jadi Rp12,1 Triliun, Penyebabnya Penyesuaian Pendapatan

Belum lagi adanya revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang membatasi kuota produksi batu bara sehingga berdampak terhadap aktivitas sektor pertambangan.

Karena itu, Pemprov Kaltim mulai mengarahkan pengembangan ekonomi pada sektor-sektor yang dinilai lebih berkelanjutan, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pariwisata.

Rudy menyebut Kalimantan Timur memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri hilirisasi berbasis hasil pertanian dan perkebunan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Selain itu, sektor perikanan juga dinilai memiliki prospek yang menjanjikan apabila didukung investasi yang memadai.

Di bidang pariwisata, pemerintah daerah juga berupaya memperkuat promosi destinasi unggulan melalui kolaborasi dengan daerah yang telah maju di sektor wisata, seperti Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran Perpusnas Dinilai Berdampak pada Pengembangan Literasi di Daerah

Pemprov Kaltim juga membuka peluang kerja sama dengan maskapai penerbangan guna meningkatkan konektivitas menuju Pulau Maratua, Kabupaten Berau, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Kepulauan Derawan dan Maratua di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menilai promosi investasi perlu didukung penyajian informasi yang lebih menarik dan mudah dipahami calon investor.

Ia mengusulkan agar pemerintah menyiapkan materi promosi dalam bentuk video maupun profil investasi yang memuat potensi setiap sektor secara komprehensif.

Baca Juga :  Gratispol Kaltim Salurkan Rp288,5 Miliar, Dampak terhadap Angka Kuliah Masih Belum Terukur

Menurutnya, materi tersebut sebaiknya tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga disajikan dalam bahasa Inggris dan Mandarin agar dapat menjangkau investor mancanegara.

“Jangan sampai investor datang, tapi tidak ada penjelasan menarik dan bisa dimengerti. Akhirnya mereka pulang dan tidak kembali lagi,” kata Seno Aji.

Ia menambahkan, masuknya investasi baru menjadi salah satu kunci menjaga pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur di tengah tantangan yang dihadapi sektor batu bara dan migas. Dengan semakin beragamnya sektor usaha yang berkembang, struktur ekonomi daerah diharapkan menjadi lebih kuat, berkelanjutan, serta mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha