benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun melontarkan peringatan keras kepada anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Samarinda.
Ia mengaku tengah menelusuri anggota DPRD Kaltim asal Samarinda yang diduga mengalokasikan bantuan keuangan (bankeu) untuk daerah di luar Kota Samarinda.
Andi Harun bahkan menyatakan siap membuka nama-nama anggota dewan tersebut kepada publik apabila penelusurannya telah rampung.
Pernyataan itu disampaikan Andi Harun saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Hotel Fugo Samarinda, Sabtu (8/8/2026).
“Demi Tuhan, saya akan bongkar di media inilah anggota DPRD Kaltim dari Dapil Samarinda yang mencari-cari suaranya di Kota Samarinda, tapi bantuan keuangannya justru ditaruh di daerah lain,” tegas Andi Harun.
Menurutnya, anggota DPRD Kaltim yang terpilih dari Dapil Samarinda memiliki tanggung jawab memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah pemilihannya.
Ia menilai, dukungan masyarakat Samarinda pada Pemilu seharusnya dibalas dengan perjuangan terhadap program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi kota tersebut.
“Sebentar lagi, saya sedang menelusurinya sekarang. Sekali lagi, teman-teman DPRD Kaltim yang berasal dari Samarinda, jangan pernah sekali-kali mengkhianati kepercayaan rakyat Samarinda,” ujarnya.
Andi Harun bahkan menggunakan istilah keras terhadap anggota dewan yang dinilai mengalihkan Bankeu dari Samarinda ke daerah lain.
Menurutnya, wakil rakyat yang melakukan hal tersebut layak disebut sebagai pengkhianat rakyat Samarinda.
“Saya sedang menelusuri siapa saja anggota DPRD Provinsi wakil Samarinda yang justru mengalihkan bankeunya, bukan ke Kota Samarinda. Itu layak disebut pengkhianat rakyat Samarinda,” tandasnya.
Ia memastikan hasil penelusuran tersebut nantinya akan disampaikan kepada media.
“Nanti akan saya bagikan kepada media. Inilah wajah anggota-anggota DPRD Provinsi kita yang dipilih oleh rakyat Samarinda, tapi bantuan keuangannya justru dialihkan ke luar Kota Samarinda,” tegas Andi Harun.
Sorotan tersebut muncul setelah Andi Harun menerima informasi bahwa alokasi bankeu untuk Kota Samarinda tercatat nol persen.
Kondisi itu kemudian dipertanyakannya secara langsung dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Kemarin saya rakor di kantor Gubernur. Saya diskusi sama Gubernur. Saya termasuk yang paling kritis kemarin. Kenapa? Saya tiba-tiba melihat bankeu untuk Samarinda masuk 0 persen,” katanya.
Meski sempat mempertanyakan minimnya alokasi tersebut, Andi Harun mengapresiasi respons Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Ia menyebut Pemprov Kaltim akhirnya memberikan alokasi bankeu sebesar Rp77 miliar untuk Kota Samarinda.
“Saya bersyukur, alhamdulillah, Pak Gubernur itu responsif. Besok Bunda Neni langsung mentransfer Rp77 miliar bankeu untuk Kota Samarinda,” jelasnya.
Andi Harun berharap ke depan alokasi bantuan keuangan dari Pemprov Kaltim dapat lebih memperhatikan kebutuhan pembangunan di Kota Samarinda.
Ia juga mengingatkan anggota DPRD Kaltim dari Dapil Samarinda agar tidak melupakan daerah yang menjadi basis konstituennya.
Menurutnya, perjuangan terhadap pembangunan daerah pemilihan merupakan bagian dari tanggung jawab politik yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






