benuakaltim.co.id, BERAU — Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, melontarkan kritik sekaligus apresiasi tajam terkait upaya jemput bola yang dilakukan pemerintah daerah dalam mencari anggaran besar langsung ke kementerian-kementerian pusat demi percepatan pembangunan di Kabupaten Berau.
Menurut Dedy, langkah taktis ini sangat penting untuk membantu pembangunan infrastruktur daerah, terutama sektor-sektor strategis seperti Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), hingga Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Kalau Kemenkes kan bupati sudah sampaikan kita dapat Rp150 miliar untuk rumah sakit dan puskesmas. Alhamdulillah, berarti kan dukungan pusat betul-betul ke kita,” ujar Dedy, Rabu (23/9/2026).
Namun di balik apresiasi tersebut, Dedy justru mempertanyakan merosotnya alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diterima Kabupaten Berau saat ini. Ia menyoroti perbedaan drastis perolehan DAK dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang sempat menyentuh angka tinggi.
Dedy mengungkapkan, DAK yang dulunya sempat didapatkan dalam jumlah besar kini mengalami penurunan drastis dan hanya berkisar di angka Rp5 miliar hingga Rp6 miliar saja. Pihaknya mendesak kepala daerah untuk mempertanyakan langsung ke kementerian terkait apa yang menjadi kendala dan kelemahan pemerintah daerah hingga kucuran DAK merosot tajam.
Di sisi lain, sektor kesehatan mendapat angin segar dengan kepastian alokasi dana pusat senilai Rp150 miliar untuk pembangunan fasilitas rumah sakit dan puskesmas di Berau. Dedy menegaskan, perolehan DAK sejatinya memiliki kriteria jalur khusus yang semestinya bisa dipenuhi jika pemerintah daerah jeli dalam memasukkan usulan program.
“Saya berharap dengan adanya evaluasi dan kunjungan langsung kepala daerah ke kementerian terkait, alokasi DAK Berau di masa mendatang bisa kembali terdongkrak naik demi kemajuan infrastruktur kabupaten,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






