10 Ribu Masker Gratis Dibagikan di Simpang Lembuswana, Warga Diminta Waspada Asap Karhutla

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar dan Ketua Relawan ITS, Joko Iswanto saat membagikan masker di Simpang Lembuswana kepada para pengendara motor, Kamis (27/8/2026).(ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Kepedulian terhadap masyarakat di tengah meningkatnya dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diwujudkan dengan pembagian 10 ribu masker gratis kepada pengguna jalan di kawasan Simpang Mal Lembuswana, Samarinda, Kamis (27/8/2026) sore.

Kegiatan tersebut digagas Relawan Info Taruna Samarinda (ITS) bersama Polresta Samarinda, BPBD, TNI dan sejumlah instansi terkait.

Ketua Relawan ITS, Joko Iswanto atau Jokis, mengatakan ribuan masker yang dibagikan merupakan bagian dari sekitar 38 ribu masker yang berhasil dikumpulkan melalui donasi masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Selain berasal dari warga Samarinda, bantuan juga datang dari sejumlah donatur di Pulau Jawa untuk membantu masyarakat yang terdampak asap kebakaran.

Baca Juga :  Potensi PAD, Komisi II DPRD Kaltim Cek Tarif Sewa Mal Lembuswana

“Yang kita bagikan hari ini 10 ribu masker kepada pengguna jalan. Sisanya akan dibagikan di titik-titik kebakaran kepada relawan, petugas pemadam kebakaran dan warga yang terdampak,” ujar Jokis.

Menurutnya, donasi yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp38,25 juta. Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan secara bertahap ke sejumlah lokasi yang membutuhkan.

Jokis mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi udara Samarinda yang terdampak asap karhutla. Terlebih, Pemerintah Kota Samarinda telah menetapkan status tanggap darurat menyusul kondisi kebakaran lahan dan kabut asap.

“Kondisi inilah yang coba kita sikapi. Kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat asap dan kabut akibat kebakaran cukup membahayakan pernapasan,” katanya.

Baca Juga :  Sopir Truk Datangi Balai Kota Samarinda, Tolak Pembatasan Kupon Solar Bersubsidi

Hampir 50 Kebakaran Lahan di Samarinda
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan pembagian masker menjadi salah satu langkah bersama untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap karhutla.

Ia menyebut sejak awal Agustus 2026 terdapat hampir 50 kejadian kebakaran lahan di sejumlah wilayah Samarinda. Beberapa lokasi di antaranya Palaran, Samarinda Ulu, Sambutan, Samarinda Utara dan Sungai Pinang.

“Pasti kejadian ini memengaruhi tingkat polusi ataupun kebersihan udara di Kota Samarinda karena adanya asap-asap yang diakibatkan kebakaran lahan,” jelas Hendri.

Karena itu, masyarakat diminta membiasakan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut berlaku bagi pengendara roda dua maupun roda empat serta masyarakat yang beraktivitas di pasar, sekolah, perkantoran dan lokasi keramaian lainnya.

Baca Juga :  Potensi PAD, Komisi II DPRD Kaltim Cek Tarif Sewa Mal Lembuswana

“Dengan menggunakan masker, keamanan ataupun kesehatan kita lebih terjamin. Ini perlu terus kita sosialisasikan,” tegasnya.

Di sisi penegakan hukum, Hendri memastikan kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap sejumlah kasus kebakaran lahan yang terjadi di Samarinda. Ia menyebut beberapa orang telah mengarah sebagai terduga pelaku dan proses hukum masih berlangsung.

“Sudah ada beberapa orang yang mengarah kepada tersangka. Insyaallah dalam beberapa hari ke depan akan kita rilis dan sampaikan,” ujarnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha